Tuesday, June 12, 2018
Thursday, May 31, 2018
Monday, April 23, 2018
Belajar Filsafat
Banyak dari
kita terutama anak – anak muda menggugat tentang relevansi akan pelajaran
filsafat, filsafat dipandang sebagai pebahasan langit yang sulit untuk
dimengerti, bahasa, argumentasi hingga pergolakan pemikiran kian menjelma
menjadi sosok yang enggan untuk difahami khalayak ramai, bisa jadi hanya orang
– orang tertentu didalam pencariannya yang menggemari pembahasan ini. Sehingga
yang muncul dikalangan opini masyarakat adalah bahwa filsafat hanya untuk
kalangan khusus, hanya orang – orang terpelajar yang bisa mempelajari hal itu,
namun apakah benar demikian ? sesulit itukah mempelajari filsafat ? apa
manfaatnya belajar filsafat bagi kehidupan manusia ?
Hal pertama
yang harus kita tentang adalah rasa malas untuk menelaah, membaca, mendengarkan
dan mencermati persoalan sehingga dengan pertentangan kepada arah yang negatif
menjadikan kita sebagai pribadi yang terbuka terhadap arus masuknya berbagai
pengetahuan yang dimana fitrah manusia membutuhkan cercahan ilmu pengetahuan
untuk menghadapi kehidupan ini, artinya semakin banyak pengetahuan yang didapat
maka semakin dalam lah jiwa manusia mencapai kesempurnaanya. Keterbukaan hati
dan fikiran adalah corong kemapanan berfikir dan bersikap manusia dengan
pilihan yang diyakininya.
Kebanyak
manusia tidak mau untuk mempelajari hal lain dan merasa nalarnya tidak cukup
untuk mengetahui hal – hal yang dianggap tidak penting bagi kehidupan dirinya
sehingga hal ini berakibat pada justifikasi negatif pada pandangan filsafat, padahal filsafat dibahas essensi
dalam memahami alasan – alasan tentang ke Tuhan-an, kehidupan, alam semesta dan
pembahasan – pembahasan yang menyangkut pada kebutuhan penalaran pribadi demi
mencapai tujuan hidup yang hakiki. Karakter pragmatis manusia kadang
menghendakinya untuk hidup apa adanya tanpa memikirkan jawaban atas pertanyaan
– pertanyaan tentang kehidupan seperti “dari mana asal muasal ku ?, mengapa aku
hidup didunia ?, apa yang harus aku lakukan? Dan kemana aku bersandar kelak
ketika tiada?”. Pertanyaan – pertanyaan seperti ini akan lebih sempurna jika
dijawab dengan pendekatan filosofis.
Dibalik
ragam pemikiran yang menjelma menjadi pandangan – pandangan yang dikemukan oleh
para tokoh baik dari timur maupun dari barat yang pada akhirnya menganggap
bahwa ada sesuatu yang tidak bisa di gapai oleh filsafat yaitu adalah hal – hal
terkait ke Tuhanan dan Agama membuat beberapa kalangan mengharamkan pengikutnya
untuk mempelajari filsafat dan menjadikan filsafat sebagai momok yang harus dijauhi, padahal Filsafat tidak se jahat itu.
Hal kedua
menyangkut Filsafat sebagaiamana definisinya mempunyai orientasi agar seorang
yang mempelajarinya akan menjadi bijaksana dan mencintai kebikasanaan, dengan
keyakinan yang kokoh mampu menjalani dan menafsirkan fenomena kehidupan secara
lugas, cerdas dan menyejukkan hati setiap para audiens yang ada
disekelilingnya, merangkum persoalan – persoalan yang abstrak menjadi terang
benderang sebagaiamana albert einstein mengatakan “jika anda tidak dapat
menjelaskan sesuatu hal secara sederhana, itu artinya anda belum cukup paham”.
Klasifikasi
atau tingkat pemahaman setiap manusia pasti mempunyai perbedaan dalam menelaah sebuah gejala – gejala alam, sosial atau sesuatu yang diluar darinya, tidak ada
ukuran yang real yang bisa mengukur tingkat kemampuan manusia dalam memahami
sebuah perkara karena sifatnya yang inmateril. Namun hal itu pula yang menjadi permasalahan
dalam menyampaikan materi – materi pengetahuan dalam konteks ini adalah
pelajaran filsafat, pengantar materi harus mampu mengukur tingkat pemahaman audiens
agar apa yang dibicarakan selaras dengan kapasitas mereka.
Sederhananya
mempelajari filsafat akan menggiring kepada persolan yang menyangkut tentang
kebenaran, melalui beragam proses penghayatan sejarah
tentang alam metafisik ataupun materialistik dan sains sebagaimana teori -
teori para tokoh atau filosof, hingga aktualisasi kebenaran menurut paham – paham (isme-isme)
yang muncul pada saat ini dan yang akan datang. Disini ditekankan bahwa setiap
gerakan, perubahan – perubahan sosial pasti ada spirit atau pandangan filosofis
yang mendasarinya. Lalu dimanakah kita berada ?
Ada dua
pandangan besar didalam dunia filsafat yang dari dulu hingga saat ini bertikai
dengan berbagai dialektika dan penemuan – penemuan yang gunanya sebagai bukti pembenaran dari
teori – teori yang saling bertikai ini, dua pandangan tersebut adalah Faham tentang Materi
atau Materialisme dan Keyakinan terhadap sesuatu setelah Alam atau Metafisika.
Perlu diketahui disetiap kubu pemikiran ini juga melahirkan berbagai macam
padangan – pandangan, isitilah – istilah, dan perubahan – perubahan oleh penemu - penemu teori
sebagaimana berkembangnya Ilmu Pengetahuan sehingga kadang membuat bias dalam mengambil inti sari kebenaran yang
sebenarnya. Munculnya banyak persepektif ini disisi lain juga memberikan kita
pilihan yang menurut kita pantas untuk dijadikan sandaran dalam memahami
kebenaran. Ali bin Abi Thalib mengatakan "Apabila engkau mengetahui
kebenaran, maka engkau akan tahu dimana harus berpihak".
Masyarakat dunia saat ini mengedapankan sains sebagai kekuatan untuk
melakukan sebuah perubahan - perubahan besar sebagaimana yang kita rasakan saat
ini dimana tiap - tiap dari kita sangat mempunyai ketergantungan pada benda -
benda hasil sains tersebut seperti Internet, Smart Phone, komputer, kamera, mobil,
motor, pesawat terbang, listrik, pabrik dan banyak lagi penemuan yang
mempengaruhi kehidupan manusia yang dimana spirit ini dibawakan oleh kelompok materialis
dengan beberapa tokoh diantaranya adalah Marx yang mengatakan : "Masalah
mengetahui apakah pemikiran manusia bisa
menangkap realitas obyektif bukanlah masalah teoritis, melainkan masalah
praktis. ini karena seorang manusia harus membangun bukti bagi realitas
pikirannya atas dasar wilayah praktis". Dimana dari ungkapan ini marxsisme
mencoba untuk membuat frame berfikir bahwa realitas obyektif atau kebenaran haruslah
dengan pengalaman indrawi dan menyelesaikannya dengan metode - metode
saintifik.
Tokoh lain bernama Roger Garaudy juga mempunyai irama yang sama dengan
pandangan marx yang dia mengatakan bahwa "Bumi telah ada bahkan sebelum
makhluk sensitif apapun yaitu sebelum makhluk hidup apapun. tidak ada materi
organik bisa ada diatas planet ini pada tahap yang sangat awal dari keberadaan
planet ini. Maka, materi anorganik mengawali kehidupan yang harus tumbuh dan
berkembang selama ribuan tahun sebelum kehadiran manusia disertai
pengetahuannya. sains membimbing kita untuk mengetahui dengan pasti bahwa dunia
ini ada dalam keadaan dimana tak ada bentuk kehidupan atau penginderaan yang
mungkin".
Dari padangan dua tokoh tersebut secara jelas mereka menghilangkan
pandangan metafisik sebagai sandaran kebenaran dengan argumen yang menurut
mereka ilmiah dan hingga saat ini spirit tersebut terus mengalami pengembangan
- pengembangan penelitian sehingga mayoritas frame berfikir masyarakat dunia
menggap bahwa untuk menguasai dunia ini harus menguasai materi yang bersandar
pada sains, sehingga Negara - negara digdaya melakukan donasi besar - besaran
untuk memberdayakan para saintis yang dimana hasil riset mereka digunakan untuk
menjadi nilai tawar kekuatan ekonomi dan politik di hadapan dunia.
Bertolak belakang dengan mayoritas kelompok - kelompok metafisik yang
meyakini akan datangnya hari akhir dan eksistensi Tuhan, dimana pada saat ini
mereka masih menutup diri dengan dunia saintis dan belum mampu berkiprah dalam ruang
atau metodelogi ilmiah sehingga kebenaran yang ditawarkan dianggap hanya
sebatas dogmatis atau pemahaman yang kaku terhadap kitab - kitab suci yang ada.
Hal dan metode ini bisa dianggap sebagai kebenaran yang tidak tervalidasi dan
dijelaskan dengan argumentasi yang rasional. Padahal logikanya pesan - pesan
Tuhan pasti bisa diterima oleh akal sehat dan dijelaskan secara kompeherensif dengan
bukti - bukti yang bisa diterima oleh semua kalangan.
Namun sayangnya kini ghirah ini banyak didominasi oleh materialisme
dengan selalu memacu kehidupan manusia dengan inovasi akan kebutuhan,
kelengkapan dan gaya hidup mewah serta cara hidup yang praktis dengan teknologi
yang berkembang. Disuatu sisi kita melihat kaum metafisik/Agamawan sering dipandang
sebagai kelompok anti terhadap perkembang tersebut dan lebih menyibukkan diri
pada urusan ritualistik semata.
Kegamangan akan pilihan menentukan jalan kebenaran terganjal oleh
pandangan - pandangan yang saling bertikai sehingga menjadikan tujuan hidup
menjadi tak terarah dari fitrah kemanusiaan. Walaupun demikian jangan jadikan
ke absurd-an dari teori - teori tersebut menjadikan kita berlepas diri dan tak
mau lagi belajar serta menganalisa fenomena - fenomena yang ada bahwa dibalik
semua persoalan pasti ada inti sari kebenaran yang hakiki hal itu tersinergi
antara Kitab Suci dan Akal Sehat, karena bahasa Tuhan pasti akan dengan mudah
dicerna oleh ciptaanya yang paling mulia yaitu manusia yang menggunakan akal
sehatnya dan akal sehatlah yang bisa memberikan bukti - bukti ilmiah kepada
segenap manusia.
Belajar Filsafat tidak bisa dilakukan hanya dengan membaca tulisan ini,
karena filsafat membutuhkan referensi yang banyak, waktu yang luang, daya
analisa yang mendalam dan paling penting adalah dengan membangun komunitas yang
terkonsentrasi untuk belajar, membaca, menulis dan diskusi agar lekatan
pengetahuan/teori bisa diingat dengan jelas, tentunya dengan metode seperti ini
akan menambah motivasi untuk terus belajar serta mencari teori - teori baru.
Understanding your self and Stay enjoy in your faith...
Saturday, December 9, 2017
Palestina Harus Merdeka !!!!

Gelombang kecaman dan aksi solidaritas untuk palestina akhir – akhir ini semakin merebak diseluruh penjuru dunia semenjak Pidato Persiden Amerika Donald Trump pada hari kamis tanggal 7 Desember 2017 yang mengakui yarusalem sebagai ibu kota Negara Ilegal Israel dan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika dari tel aviv ke yarusalam palestina.
Semua orang, tokoh dan negara – negara bereaksi atas arogansi yang
ditunjukkan oleh pemerintah amerika ini, Di antaranya Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo,
Presiden Turki Recep tayyip Erdogan, Presiden Republik Islam Iran Hassan
Rouhani, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bahkan pemimpin spiritual Umat Nasrani
Paus Fransiscus dan banyak lagi tokoh – tokoh lain yang mengecam tindakan dari Pemerintah
Amerika Serikat ini.
Jika ditinjau dari sejarah kemerdekaan Republik Indonesia tidak
terlepas oleh ikatan persaudaraan yang erat dengan Bangsa Palestina yang telah
menyatakan dukungannya agar Negara kita menjadi negara merdeka seperti yang
dirasakan saat ini, namun pergolakan politik Timur tengah berubah dengan drastis
sehingga pada akhirnya atas dukungan yang kuat dari Amerika Serikat, Negara
Ilegal Israel terbentuk di tempat suci yang menjadi kiblat pertama umat muslim
itu dan merampas tanah – tanah yang menjadi hak rakyat palestina.
Sebagai negara yang pernah merasakan pahitnya penjajahan maka para
pendiri Bangsa ini menuangkan sikap Bangsa melalui Undang – Undang Dasar 1945
Republik Indonesia yang dalam pembukaanya menyatakan bahwa kemerdekaan adalah
hak segala Bangsa, maka penjajahan dimuka bumi ini harus dihapuskan karena tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Maka berlandaskan dengan inilah
kita segenap masyarakat Indonesia terus mendukung rakyat palestina untuk
merdeka.
Banyak cara bagi kita untuk mendukung rakyat palestina diantaranya
dengan dukungan aksi turun kejalan, long march, galang dana, mendoakan dan lain
sebagainya yang intinya adalah bagaimana kita mendukung palestina dari berbagai
sisi serta potensi yang kita miliki, karena hal ini sebenarnya adalah
tanggungjawab kemanusiaan kita di hadapan Saudara – saudara kita dan di hadapan
Tuhan Yang Maha Esa.
Banyak dari kita mungkin berfikir bahawa turun kejalan tidak
memberikan hasil yang berarti bagi kemerdekaan palestina, membuang – buang waktu
dan jauh dari asas manfaat. Padahal jika kita mendalami lagi tentang pentingnya
turun kejalan, menyuarakan kemerdekaan untuk palestina adalah sebagai bentuk
balas jasa kita atas dukungan palestina untuk kemerdekaan Republik Indonesia, selanjutnya
aksi solidaritas adalah media amar ma’ruf dan nahi mungkar dimana kita harus
menyampaikan kepada masyarakat di daerah kita agar melihat siapa musuh kita
yang sebenarnya dalam hal ini zionis dan siapa saudara yang harus kita bela
yaitu Bangsa Palestins, Aksi solidaritas untuk palestina adalah media untuk
menyatukan umat manusia baik itu di internal muslim maupun manusia secara
menyeluruh lintas keyakinan untuk melihat siapa yang pelanggar hak asasi
manusia dan siapa yang dilanggar hak – hak nya.
Maka dengan seruan ini kita tidak hanya mengecam pemindahan
Ibukota Israel dari tel Aviv ke yarussalem melainkan mengajak agar seluruh dunia menyuarakan agar Rezim
Zionis Rasis Israel yang telah menjajah palestina selama + 100 tahun
dihapuskan dari peta dunia..!!!
#Save Palestina
#Save Yarussalam
#Save Humanitu
#Sava Justice
Thursday, November 16, 2017
Why You Hate Chines ?
Di dalam buku
Ringkasan Ilmu Logika karya Hasan Abu Amar terdapat pembahasan tentang asal
muasal pembagian ilmu maka sudah barang tentu dan tak asing bagi kita medengar
tentang ilmu wahmi (estimative faculty) yaitu sesuatu yang tidak material dan
tidak mempunyai ukuran, seperti sedih, senang, marah, benci, cinta, kasih,
sayang, cemburu, takut, berani dan lain sebagainya dimana sub pebahasan ini
hakikatnya adalah fitrah yang ada didalam diri manusia.
Gejolak -
gejolak rasa ini tidak bisa diukur dengan sebuah kata – kata dan timbul dengan
sendirinya melalui berbagai media seperti indra dan hayal sehingga manusia
sendiri kandang tak mampu membendungnya. Dia eksis didalam diri manusia namun
tak tampak secara kasat mata dan hanya mampu diutarakan dengan simbol – simbol,
analogi serta kiasan – kiasan agar bisa dipahami dengan mudah oleh sang pemberi
dan penerimanya.
Seperti tema
yang dicantumkan diatas maka yang akan dikemukakan dalam tulisan ini adalah
kata “benci”. Benci adalah ketika orang yang kamu cintai di telikung oleh teman dekatmu (tidak
berdarah tapi sakit), benci adalah ketika papa dan mamamu tidak membelikan
motor seperti di sinetron anak jalanan, benci adalah ketika kucing mengambil
ikan satu – satunya yang kau miliki, benci ialah ketika engkau menagih utang kepada
temanmu namun kamu yang menjadi sasaran amarahnya, benci ialah ketika mencoba
mendahului emak – emak di jalan raya, benci adalah ketika ayam yang telah kau
besarkan terkena perempahan, benci
adalah ketika sesuatu yang menjadi hak mu diambil oleh orang lain, benci adalah
ketika kemerdekaanmu direnggut, benci adalah ketika harapan – harapan yang
ingin kau gapai menjadi sirna.
Oh my god,
begitu banyak macam – macam kebencian yang mengitari didalam kehidupan kita, ia
sangat dekat dengan langkah – langkah kita, kebencian akan suatu permasalahan
bagaikan bom waktu yang kapan saja bisa meledak dan mampu menjadi pemicu untuk
meledakkan bom – bom waktu yang lain, maka jika itu yang terjadi bersiaplah
menerima dampak – dampaknya. Tentu sebagai manusia normal kita menginginkan
kehidupan yang damai tanpa adanya perselisihan dan perseteruan yang mengarahkan
kita pada perpecahan serta akan membuat kekacauan, hal ini bermula dari
terjangkitnya penyakit hati didalam diri.Kebencian inilah yang ingin
dihilangkan oleh Naruto di dunia shinobi.
Belakangan
ini di Indonesia terdapat persoalan yang menggelikan ketika setelah 72 tahun
kemerdekaan terdapat ujaran – ujaran kebencian atas sesama warga negara, lebih
khususnya benci dengan klan china bahkan banyaknya ketakutan akan dijajahnya Indonesia
oleh Republik Rakyat Tiongkok dengan posisi politik internasional yang di issue
kan sembarangan sehingga berpotensi memperpecah belah diranah horisontal
masyarakat Indonesia sendiri. Maka dengan lantangkukatakan, sungguh hal ini
adalah tindakan yang menyebalkan..!!!
Mengapa
demikian ?, berikut penjelasannya :
1. Setiap
negara pasti ada sistem administrasi kenegaraan dimana mereka mempunyai otonomi
untuk memperkuat otoritas, independensi dan jika di indonesia ada yang namanya
permusyawaratan antar lembaga negara dalam melakukan kebijakan luar
negeri.Semua negara pasti memerlukan atau berhubungan dengan negara lain
sebagai bentuk kerjasama yang saling menguntungkan, sebagaimana sebagai person
kita juga memerlukan hal itu.
Jadi
apa yang kita khawatirkan saat ini terhadap tiongkok, bangsa – bangsa asia,
kawasan timur tengah dan eropa adalah dugaan – dugaan manja tanpa landasan
ilmiah.
2. Yang
menjadi kekeliruan sehingga timbulnya perasaan dengki didalam diri kita adalah
cara pandang generalisasi persoalan atau menuduh secara keseluruhan terhadap
tindakan human eror di suatu kelompok. Misal ketika ada pejabat dari golongan
Islam atau Agama lainnya melakukan tindakan korupsi maka semua orang yang Islam
atau beragama dianggap koruptor. Contoh lain ketika ada yang orang dari suku
kita yang bertindak amoral maka suku itu di tuduh secara keseluruhan sebagai
pelaku amoral.
Cara
berfikir yang kolot seperti ini seyogyanya sudah sirna didalam kehidupan kita,
sesuai dengan banyaknya ungkapan – ungkapan writers dan aktivis sosial media
lainnya, apakah salah ketika seorang anak dilahirkan sebagai keturunan china ?
jika salah, maka Tuhan tidak adil !
Mengapa
demikian ? karena semua makhluk baik manusia dan alam semesta ini adalah
ciptaan Tuhan yang mempunyai porsi masing – masing untuk menjalankan hukum –
hukum yang dibuat oleh-Nya. Tuhan akan berlaku Dzholim jika menciptakan sesuatu
tanpa faedahnya. Namun jarang dari kita memikirkannya.
3. Perlu
disadari bersama bahwa Bangsa kita yang besar dan diantara ratusan suku yang
didalamnya ada klan china/tionghoa telah bahu membahu membangun bangsa seperti
yang kita rasakan saat ini. Anda bisa rasakan secara nyata ketika tidak ada
clan ini, tentu akan memberatkan kehidupan anda misal ; Smart Phone, coba kita
ingat – ingat kembali dilingkungan keluarga kita apakah tidak ada orang yang
menggunakan media komunikasi yang berasal dari china ?, oke mungkin karena
persoalan bisnis antar negara, persoalan ini bisa kita kesampingkan.
Selanjutnya adalah persoalan tempat kita tinggal atau rumah, di era milenial
ini anda bisa chek toko bangunan dilingkungan anda berada, apakah tidak
terdapat klan china didalamnya yang berani jual dengan harga rendah dan
konsisten merayu pembeli degan berbagai rethorika marketing?. Aku rasa tidak..!!!
shanya mereka dan kekuatan koneksi mereka yang saat ini mampu mengelolanya.
Belum lagi kebutuhan pangan kita, peralatan dapur, kosmetik, perfileman dan
lain sebagainya banyak sekali didominasi orang indonesia keturunan china yang
bertebaran membangun ekonomi mereka dan menghidupi kebutuhan masyarakat lintas
suku.
4. Selanjutnya
tentang persoalan keeksklusifitasan atau ketertutupan yang dimiliki oleh klan ini,
baik prilaku kehidupan sehari – hari dalam pergaulan sampai pada hubungan kawin
silang yang sangat sulit dilakukan. Pemuda – pemuda jomblo di era reformasi
hingga milenial ini mengatakan susah
dapetin cewek keturunan china. Tradisi mereka ini yang kadang membuat orang –
orang jengkel !, Namun apakah kita ber hak membenci mereka ?
Padahal,
semua suku pasti mempunyai karakteristik dan budaya masing – masing yang hingga
kini masih dipertahankan, dengan filosofi hidup itulah yang membuat suku itu
tetap eksis hinga kini. Dan sekali lagi, kita tidak bisa mengeneralisasi bahwa
mereka totalitas eksklusif karena banyak dari bereka pula yang inklusif
(terbuka) baik pergaulan maupun hubungan lain. Begitu pula dengan suku – suku
lain yang ada di Indonesia bahkan di Dunia.
Tidak
bermaksud untuk mengunggulkan ras kulit putih ini, melainkan hanya ingin
membuka cara pandang kita dalam menghadapi problematika sosial yang berkembang,
bahwa pada hakikatnya bangsa kita menerima berbagai elementasi suku yang
membawa pesan kedamaian dan ketentraman ditanah air tercinta ini dengan membawa
spirit persatuan. Persaingan antar manusia dan kelompoknya didalam melakukan
sebuah usaha – usaha peningkatan kualitas hidup haruslah berjalan dengan fair
dan dengan sikap yang dewasa. Memperuncing perbedaan adalah bisikan iblis untuk
membuat hati kita waswas dan selalu berfikiran negatif dalam menilai orang lain
sehingga berpotensi terjadinya perpecahan yang dengan perbuatan itu harapan –
harapan untuk membangun dan mengisi dunia ini dengan keindahan menjadi berantakan.
Mengasah perbedaan berati menjaga jarak untuk bersatu dan jika hal ini terus
dilakukan maka akan membuat ketentraman dan ketenangan didalam kehidupan kita
menjadi hilang.
Mulailah
untuk mengambil langkah yang produktif untuk bersaing dengan membangun
komunikasi yang baik antar sesama anak Bangsa tanpa melihat suku, ras dan agama,
sebab potensi kebaikan yang ada didalam diri manusia tidak memandang itu.
Bahkan jika kita mampu bersatu diantara banyaknya perbedaan maka kita akan
menjadi pelangi yang indah di langit yang biru, dimana pelangi – pelangi
tersebut adalah ciptaan Tuhan.
Tentangan
untuk menjadi Negara besar dengan beragam ideologi dan bentuk tidaklah mudah,
banyak pekerjaan – pekerjaan rumah berupa kasus bullying terhadap anak – anak
atas nama perbedaan suku dan agama yang harus kita hilangkan, masih cepatnya
orang – orang kita terpropokasi jika disulut dengan hal – hal yang berbau
kesukuan dan hal yang berbau keyakinan, masih banyak ego – ego yang harus
diredam oleh kita semua. Dimana dari kejadian yang terjadi ini mengharuskan
kita untuk mengikat kembali sumpah setia kita untuk mentaati peraturan yang ada
di Negara ini, bahwa untuk memperkuat kesatuan dan persatuan tidaklah cukup
hanya dengan tulisan ini, tidak cukup kalau hanya dikerjakan oleh pemerintah,
tidak cukup jika hanya melalui pemasangan sepanduk yang menyatakan kita satu,
tidak cukup jika hanya dilakukan oleh segelintir kelompok saja, karena
persatuan membutuhkan gerak bersama, maka gerakan persatuan diantara banyak
perbedaan inilah yang harus dikedepankan.
Membenci
sebenarnya adalah kebutuhan bagi kita, anda bisa bayangkan jika kita tidak
membenci sesuatu yang kotor, sesuatu yang negatif dan sesuatu yang berefek
kepada keburukan bagi kita. Namun banyak kesalah artian bagi kita dalam
menghadapi kebencian ini dan mengambil langkah – langkah yang bahkan kita
sendiri membencinya, padahal kebencian ini kebanyakan bersifat sementara dan
selanjutnya ketika kita sudah memahami obyek dari kebencian tersebut maka
kebencian itu bisa jadi akan menjadi sirna.
Bahwa disini
kita harus melihat dari pandangan yang luas dan pemahaman yang mendalam
terhadap fenomena – fenomena yang terjadi, karena segala sesuatu pasti ada
maknanya !
Berlebihan
dalam membenci yang dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi karakter didalam
diri akan membuat manusia sulit mengontrol prilaku diri dan pasti akan terpuruk
didalam angkara murka ilahi dan permasalahan yang medalam dengan sesama
manusia.
Subscribe to:
Posts (Atom)

