Monday, April 23, 2018

Belajar Filsafat


Banyak dari kita terutama anak – anak muda menggugat tentang relevansi akan pelajaran filsafat, filsafat dipandang sebagai pebahasan langit yang sulit untuk dimengerti, bahasa, argumentasi hingga pergolakan pemikiran kian menjelma menjadi sosok yang enggan untuk difahami khalayak ramai, bisa jadi hanya orang – orang tertentu didalam pencariannya yang menggemari pembahasan ini. Sehingga yang muncul dikalangan opini masyarakat adalah bahwa filsafat hanya untuk kalangan khusus, hanya orang – orang terpelajar yang bisa mempelajari hal itu, namun apakah benar demikian ? sesulit itukah mempelajari filsafat ? apa manfaatnya belajar filsafat bagi kehidupan manusia ?

Hal pertama yang harus kita tentang adalah rasa malas untuk menelaah, membaca, mendengarkan dan mencermati persoalan sehingga dengan pertentangan kepada arah yang negatif menjadikan kita sebagai pribadi yang terbuka terhadap arus masuknya berbagai pengetahuan yang dimana fitrah manusia membutuhkan cercahan ilmu pengetahuan untuk menghadapi kehidupan ini, artinya semakin banyak pengetahuan yang didapat maka semakin dalam lah jiwa manusia mencapai kesempurnaanya. Keterbukaan hati dan fikiran adalah corong kemapanan berfikir dan bersikap manusia dengan pilihan yang diyakininya.

Kebanyak manusia tidak mau untuk mempelajari hal lain dan merasa nalarnya tidak cukup untuk mengetahui hal – hal yang dianggap tidak penting bagi kehidupan dirinya sehingga hal ini berakibat pada justifikasi negatif pada pandangan filsafat, padahal filsafat dibahas essensi dalam memahami alasan – alasan tentang ke Tuhan-an, kehidupan, alam semesta dan pembahasan – pembahasan yang menyangkut pada kebutuhan penalaran pribadi demi mencapai tujuan hidup yang hakiki. Karakter pragmatis manusia kadang menghendakinya untuk hidup apa adanya tanpa memikirkan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan tentang kehidupan seperti “dari mana asal muasal ku ?, mengapa aku hidup didunia ?, apa yang harus aku lakukan? Dan kemana aku bersandar kelak ketika tiada?”. Pertanyaan – pertanyaan seperti ini akan lebih sempurna jika dijawab dengan pendekatan filosofis.

Dibalik ragam pemikiran yang menjelma menjadi pandangan – pandangan yang dikemukan oleh para tokoh baik dari timur maupun dari barat yang pada akhirnya menganggap bahwa ada sesuatu yang tidak bisa di gapai oleh filsafat yaitu adalah hal – hal terkait ke Tuhanan dan Agama membuat beberapa kalangan mengharamkan pengikutnya untuk mempelajari filsafat dan menjadikan filsafat sebagai momok yang harus dijauhi, padahal Filsafat tidak se jahat itu.

Hal kedua menyangkut Filsafat sebagaiamana definisinya mempunyai orientasi agar seorang yang mempelajarinya akan menjadi bijaksana dan mencintai kebikasanaan, dengan keyakinan yang kokoh mampu menjalani dan menafsirkan fenomena kehidupan secara lugas, cerdas dan menyejukkan hati setiap para audiens yang ada disekelilingnya, merangkum persoalan – persoalan yang abstrak menjadi terang benderang sebagaiamana albert einstein mengatakan “jika anda tidak dapat menjelaskan sesuatu hal secara sederhana, itu artinya anda belum cukup paham”.

Klasifikasi atau tingkat pemahaman setiap manusia pasti mempunyai perbedaan dalam menelaah sebuah gejala – gejala alam, sosial atau sesuatu yang diluar darinya, tidak ada ukuran yang real yang bisa mengukur tingkat kemampuan manusia dalam memahami sebuah perkara karena sifatnya yang inmateril.  Namun hal itu pula yang menjadi permasalahan dalam menyampaikan materi – materi pengetahuan dalam konteks ini adalah pelajaran filsafat, pengantar materi harus mampu mengukur tingkat pemahaman audiens agar apa yang dibicarakan selaras dengan kapasitas mereka.

Sederhananya mempelajari filsafat akan menggiring kepada persolan yang menyangkut tentang kebenaran, melalui beragam proses penghayatan sejarah tentang alam metafisik ataupun materialistik dan sains sebagaimana teori - teori para tokoh atau filosof, hingga aktualisasi  kebenaran menurut paham – paham (isme-isme) yang muncul pada saat ini dan yang akan datang. Disini ditekankan bahwa setiap gerakan, perubahan – perubahan sosial pasti ada spirit atau pandangan filosofis yang mendasarinya. Lalu dimanakah kita berada ?

Ada dua pandangan besar didalam dunia filsafat yang dari dulu hingga saat ini bertikai dengan berbagai dialektika dan penemuan – penemuan yang gunanya sebagai bukti pembenaran dari teori – teori yang saling bertikai ini, dua pandangan tersebut adalah Faham tentang Materi atau Materialisme dan Keyakinan terhadap sesuatu setelah Alam atau Metafisika. Perlu diketahui disetiap kubu pemikiran ini juga melahirkan berbagai macam padangan – pandangan, isitilah – istilah, dan perubahan – perubahan oleh penemu - penemu teori sebagaimana berkembangnya Ilmu Pengetahuan sehingga kadang membuat bias dalam mengambil inti sari kebenaran yang sebenarnya. Munculnya banyak persepektif ini disisi lain juga memberikan kita pilihan yang menurut kita pantas untuk dijadikan sandaran dalam memahami kebenaran. Ali bin Abi Thalib mengatakan "Apabila engkau mengetahui kebenaran, maka engkau akan tahu dimana harus berpihak".

Masyarakat dunia saat ini mengedapankan sains sebagai kekuatan untuk melakukan sebuah perubahan - perubahan besar sebagaimana yang kita rasakan saat ini dimana tiap - tiap dari kita sangat mempunyai ketergantungan pada benda - benda hasil sains tersebut seperti Internet, Smart Phone, komputer, kamera, mobil, motor, pesawat terbang, listrik, pabrik dan banyak lagi penemuan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang dimana spirit ini dibawakan oleh kelompok materialis dengan beberapa tokoh diantaranya adalah Marx yang mengatakan : "Masalah mengetahui apakah  pemikiran manusia bisa menangkap realitas obyektif bukanlah masalah teoritis, melainkan masalah praktis. ini karena seorang manusia harus membangun bukti bagi realitas pikirannya atas dasar wilayah praktis". Dimana dari ungkapan ini marxsisme mencoba untuk membuat frame berfikir bahwa realitas obyektif atau kebenaran haruslah dengan pengalaman indrawi dan menyelesaikannya dengan metode - metode saintifik.

Tokoh lain bernama Roger Garaudy juga mempunyai irama yang sama dengan pandangan marx yang dia mengatakan bahwa "Bumi telah ada bahkan sebelum makhluk sensitif apapun yaitu sebelum makhluk hidup apapun. tidak ada materi organik bisa ada diatas planet ini pada tahap yang sangat awal dari keberadaan planet ini. Maka, materi anorganik mengawali kehidupan yang harus tumbuh dan berkembang selama ribuan tahun sebelum kehadiran manusia disertai pengetahuannya. sains membimbing kita untuk mengetahui dengan pasti bahwa dunia ini ada dalam keadaan dimana tak ada bentuk kehidupan atau penginderaan yang mungkin".

Dari padangan dua tokoh tersebut secara jelas mereka menghilangkan pandangan metafisik sebagai sandaran kebenaran dengan argumen yang menurut mereka ilmiah dan hingga saat ini spirit tersebut terus mengalami pengembangan - pengembangan penelitian sehingga mayoritas frame berfikir masyarakat dunia menggap bahwa untuk menguasai dunia ini harus menguasai materi yang bersandar pada sains, sehingga Negara - negara digdaya melakukan donasi besar - besaran untuk memberdayakan para saintis yang dimana hasil riset mereka digunakan untuk menjadi nilai tawar kekuatan ekonomi dan politik di hadapan dunia.

Bertolak belakang dengan mayoritas kelompok - kelompok metafisik yang meyakini akan datangnya hari akhir dan eksistensi Tuhan, dimana pada saat ini mereka masih menutup diri dengan dunia saintis dan belum mampu berkiprah dalam ruang atau metodelogi ilmiah sehingga kebenaran yang ditawarkan dianggap hanya sebatas dogmatis atau pemahaman yang kaku terhadap kitab - kitab suci yang ada. Hal dan metode ini bisa dianggap sebagai kebenaran yang tidak tervalidasi dan dijelaskan dengan argumentasi yang rasional. Padahal logikanya pesan - pesan Tuhan pasti bisa diterima oleh akal sehat dan dijelaskan secara kompeherensif dengan bukti - bukti yang bisa diterima oleh semua kalangan.

Namun sayangnya kini ghirah ini banyak didominasi oleh materialisme dengan selalu memacu kehidupan manusia dengan inovasi akan kebutuhan, kelengkapan dan gaya hidup mewah serta cara hidup yang praktis dengan teknologi yang berkembang. Disuatu sisi kita melihat kaum metafisik/Agamawan sering dipandang sebagai kelompok anti terhadap perkembang tersebut dan lebih menyibukkan diri pada urusan ritualistik semata.

Kegamangan akan pilihan menentukan jalan kebenaran terganjal oleh pandangan - pandangan yang saling bertikai sehingga menjadikan tujuan hidup menjadi tak terarah dari fitrah kemanusiaan. Walaupun demikian jangan jadikan ke absurd-an dari teori - teori tersebut menjadikan kita berlepas diri dan tak mau lagi belajar serta menganalisa fenomena - fenomena yang ada bahwa dibalik semua persoalan pasti ada inti sari kebenaran yang hakiki hal itu tersinergi antara Kitab Suci dan Akal Sehat, karena bahasa Tuhan pasti akan dengan mudah dicerna oleh ciptaanya yang paling mulia yaitu manusia yang menggunakan akal sehatnya dan akal sehatlah yang bisa memberikan bukti - bukti ilmiah kepada segenap manusia.

Belajar Filsafat tidak bisa dilakukan hanya dengan membaca tulisan ini, karena filsafat membutuhkan referensi yang banyak, waktu yang luang, daya analisa yang mendalam dan paling penting adalah dengan membangun komunitas yang terkonsentrasi untuk belajar, membaca, menulis dan diskusi agar lekatan pengetahuan/teori bisa diingat dengan jelas, tentunya dengan metode seperti ini akan menambah motivasi untuk terus belajar serta mencari teori - teori baru.

Understanding your self and Stay enjoy in your faith...

Saturday, December 9, 2017

Palestina Harus Merdeka !!!!



Gelombang kecaman dan aksi solidaritas untuk palestina akhir – akhir ini semakin merebak diseluruh penjuru dunia semenjak Pidato Persiden Amerika Donald Trump pada hari kamis tanggal 7 Desember 2017 yang mengakui yarusalem sebagai ibu kota Negara Ilegal Israel dan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika dari tel aviv ke yarusalam palestina.

Semua orang, tokoh dan negara – negara bereaksi atas arogansi yang ditunjukkan oleh pemerintah amerika ini, Di antaranya  Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, Presiden Turki Recep tayyip Erdogan, Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bahkan pemimpin spiritual Umat Nasrani Paus Fransiscus dan banyak lagi tokoh – tokoh lain yang mengecam tindakan dari Pemerintah Amerika Serikat ini.

Jika ditinjau dari sejarah kemerdekaan Republik Indonesia tidak terlepas oleh ikatan persaudaraan yang erat dengan Bangsa Palestina yang telah menyatakan dukungannya agar Negara kita menjadi negara merdeka seperti yang dirasakan saat ini, namun pergolakan politik Timur tengah berubah dengan drastis sehingga pada akhirnya atas dukungan yang kuat dari Amerika Serikat, Negara Ilegal Israel terbentuk di tempat suci yang menjadi kiblat pertama umat muslim itu dan merampas tanah – tanah yang menjadi hak rakyat palestina.

Sebagai negara yang pernah merasakan pahitnya penjajahan maka para pendiri Bangsa ini menuangkan sikap Bangsa melalui Undang – Undang Dasar 1945 Republik Indonesia yang dalam pembukaanya menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala Bangsa, maka penjajahan dimuka bumi ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Maka berlandaskan dengan inilah kita segenap masyarakat Indonesia terus mendukung rakyat palestina untuk merdeka.

Banyak cara bagi kita untuk mendukung rakyat palestina diantaranya dengan dukungan aksi turun kejalan, long march, galang dana, mendoakan dan lain sebagainya yang intinya adalah bagaimana kita mendukung palestina dari berbagai sisi serta potensi yang kita miliki, karena hal ini sebenarnya adalah tanggungjawab kemanusiaan kita di hadapan Saudara – saudara kita dan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Banyak dari kita mungkin berfikir bahawa turun kejalan tidak memberikan hasil yang berarti bagi kemerdekaan palestina, membuang – buang waktu dan jauh dari asas manfaat. Padahal jika kita mendalami lagi tentang pentingnya turun kejalan, menyuarakan kemerdekaan untuk palestina adalah sebagai bentuk balas jasa kita atas dukungan palestina untuk kemerdekaan Republik Indonesia, selanjutnya aksi solidaritas adalah media amar ma’ruf dan nahi mungkar dimana kita harus menyampaikan kepada masyarakat di daerah kita agar melihat siapa musuh kita yang sebenarnya dalam hal ini zionis dan siapa saudara yang harus kita bela yaitu Bangsa Palestins, Aksi solidaritas untuk palestina adalah media untuk menyatukan umat manusia baik itu di internal muslim maupun manusia secara menyeluruh lintas keyakinan untuk melihat siapa yang pelanggar hak asasi manusia dan siapa yang dilanggar hak – hak nya.

Maka dengan seruan ini kita tidak hanya mengecam pemindahan Ibukota Israel dari tel Aviv ke yarussalem melainkan mengajak  agar seluruh dunia menyuarakan agar Rezim Zionis Rasis Israel yang telah menjajah palestina selama + 100 tahun dihapuskan dari peta dunia..!!!

#Save Palestina
#Save Yarussalam
#Save Humanitu

#Sava Justice

Thursday, November 16, 2017

Why You Hate Chines ?


Di dalam buku Ringkasan Ilmu Logika karya Hasan Abu Amar terdapat pembahasan tentang asal muasal pembagian ilmu maka sudah barang tentu dan tak asing bagi kita medengar tentang ilmu wahmi (estimative faculty) yaitu sesuatu yang tidak material dan tidak mempunyai ukuran, seperti sedih, senang, marah, benci, cinta, kasih, sayang, cemburu, takut, berani dan lain sebagainya dimana sub pebahasan ini hakikatnya adalah fitrah yang ada didalam diri manusia.



Gejolak - gejolak rasa ini tidak bisa diukur dengan sebuah kata – kata dan timbul dengan sendirinya melalui berbagai media seperti indra dan hayal sehingga manusia sendiri kandang tak mampu membendungnya. Dia eksis didalam diri manusia namun tak tampak secara kasat mata dan hanya mampu diutarakan dengan simbol – simbol, analogi serta kiasan – kiasan agar bisa dipahami dengan mudah oleh sang pemberi dan penerimanya.

Seperti tema yang dicantumkan diatas maka yang akan dikemukakan dalam tulisan ini adalah kata “benci”. Benci adalah ketika orang yang kamu cintai di telikung oleh teman dekatmu (tidak berdarah tapi sakit), benci adalah ketika papa dan mamamu tidak membelikan motor seperti di sinetron anak jalanan, benci adalah ketika kucing mengambil ikan satu – satunya yang kau miliki, benci ialah ketika engkau menagih utang kepada temanmu namun kamu yang menjadi sasaran amarahnya, benci ialah ketika mencoba mendahului emak – emak di jalan raya, benci adalah ketika ayam yang telah kau besarkan terkena perempahan, benci adalah ketika sesuatu yang menjadi hak mu diambil oleh orang lain, benci adalah ketika kemerdekaanmu direnggut, benci adalah ketika harapan – harapan yang ingin kau gapai menjadi sirna.

Oh my god, begitu banyak macam – macam kebencian yang mengitari didalam kehidupan kita, ia sangat dekat dengan langkah – langkah kita, kebencian akan suatu permasalahan bagaikan bom waktu yang kapan saja bisa meledak dan mampu menjadi pemicu untuk meledakkan bom – bom waktu yang lain, maka jika itu yang terjadi bersiaplah menerima dampak – dampaknya. Tentu sebagai manusia normal kita menginginkan kehidupan yang damai tanpa adanya perselisihan dan perseteruan yang mengarahkan kita pada perpecahan serta akan membuat kekacauan, hal ini bermula dari terjangkitnya penyakit hati didalam diri.Kebencian inilah yang ingin dihilangkan oleh Naruto di dunia shinobi.

Belakangan ini di Indonesia terdapat persoalan yang menggelikan ketika setelah 72 tahun kemerdekaan terdapat ujaran – ujaran kebencian atas sesama warga negara, lebih khususnya benci dengan klan china bahkan banyaknya ketakutan akan dijajahnya Indonesia oleh Republik Rakyat Tiongkok dengan posisi politik internasional yang di issue kan sembarangan sehingga berpotensi memperpecah belah diranah horisontal masyarakat Indonesia sendiri. Maka dengan lantangkukatakan, sungguh hal ini adalah tindakan yang menyebalkan..!!!
Mengapa demikian ?, berikut penjelasannya :

1.      Setiap negara pasti ada sistem administrasi kenegaraan dimana mereka mempunyai otonomi untuk memperkuat otoritas, independensi dan jika di indonesia ada yang namanya permusyawaratan antar lembaga negara dalam melakukan kebijakan luar negeri.Semua negara pasti memerlukan atau berhubungan dengan negara lain sebagai bentuk kerjasama yang saling menguntungkan, sebagaimana sebagai person kita juga memerlukan hal itu.
Jadi apa yang kita khawatirkan saat ini terhadap tiongkok, bangsa – bangsa asia, kawasan timur tengah dan eropa adalah dugaan – dugaan manja tanpa landasan ilmiah.

2.      Yang menjadi kekeliruan sehingga timbulnya perasaan dengki didalam diri kita adalah cara pandang generalisasi persoalan atau menuduh secara keseluruhan terhadap tindakan human eror di suatu kelompok. Misal ketika ada pejabat dari golongan Islam atau Agama lainnya melakukan tindakan korupsi maka semua orang yang Islam atau beragama dianggap koruptor. Contoh lain ketika ada yang orang dari suku kita yang bertindak amoral maka suku itu di tuduh secara keseluruhan sebagai pelaku amoral.
Cara berfikir yang kolot seperti ini seyogyanya sudah sirna didalam kehidupan kita, sesuai dengan banyaknya ungkapan – ungkapan writers dan aktivis sosial media lainnya, apakah salah ketika seorang anak dilahirkan sebagai keturunan china ? jika salah, maka Tuhan tidak adil !
Mengapa demikian ? karena semua makhluk baik manusia dan alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan yang mempunyai porsi masing – masing untuk menjalankan hukum – hukum yang dibuat oleh-Nya. Tuhan akan berlaku Dzholim jika menciptakan sesuatu tanpa faedahnya. Namun jarang dari kita memikirkannya.

3.      Perlu disadari bersama bahwa Bangsa kita yang besar dan diantara ratusan suku yang didalamnya ada klan china/tionghoa telah bahu membahu membangun bangsa seperti yang kita rasakan saat ini. Anda bisa rasakan secara nyata ketika tidak ada clan ini, tentu akan memberatkan kehidupan anda misal ; Smart Phone, coba kita ingat – ingat kembali dilingkungan keluarga kita apakah tidak ada orang yang menggunakan media komunikasi yang berasal dari china ?, oke mungkin karena persoalan bisnis antar negara, persoalan ini bisa kita kesampingkan. Selanjutnya adalah persoalan tempat kita tinggal atau rumah, di era milenial ini anda bisa chek toko bangunan dilingkungan anda berada, apakah tidak terdapat klan china didalamnya yang berani jual dengan harga rendah dan konsisten merayu pembeli degan berbagai rethorika marketing?. Aku rasa tidak..!!! shanya mereka dan kekuatan koneksi mereka yang saat ini mampu mengelolanya. Belum lagi kebutuhan pangan kita, peralatan dapur, kosmetik, perfileman dan lain sebagainya banyak sekali didominasi orang indonesia keturunan china yang bertebaran membangun ekonomi mereka dan menghidupi kebutuhan masyarakat lintas suku.

4.      Selanjutnya tentang persoalan keeksklusifitasan atau ketertutupan yang dimiliki oleh klan ini, baik prilaku kehidupan sehari – hari dalam pergaulan sampai pada hubungan kawin silang yang sangat sulit dilakukan. Pemuda – pemuda jomblo di era reformasi hingga milenial ini  mengatakan susah dapetin cewek keturunan china. Tradisi mereka ini yang kadang membuat orang – orang jengkel !, Namun apakah kita ber hak membenci mereka ?
Padahal, semua suku pasti mempunyai karakteristik dan budaya masing – masing yang hingga kini masih dipertahankan, dengan filosofi hidup itulah yang membuat suku itu tetap eksis hinga kini. Dan sekali lagi, kita tidak bisa mengeneralisasi bahwa mereka totalitas eksklusif karena banyak dari bereka pula yang inklusif (terbuka) baik pergaulan maupun hubungan lain. Begitu pula dengan suku – suku lain yang ada di Indonesia bahkan di Dunia.

Tidak bermaksud untuk mengunggulkan ras kulit putih ini, melainkan hanya ingin membuka cara pandang kita dalam menghadapi problematika sosial yang berkembang, bahwa pada hakikatnya bangsa kita menerima berbagai elementasi suku yang membawa pesan kedamaian dan ketentraman ditanah air tercinta ini dengan membawa spirit persatuan. Persaingan antar manusia dan kelompoknya didalam melakukan sebuah usaha – usaha peningkatan kualitas hidup haruslah berjalan dengan fair dan dengan sikap yang dewasa. Memperuncing perbedaan adalah bisikan iblis untuk membuat hati kita waswas dan selalu berfikiran negatif dalam menilai orang lain sehingga berpotensi terjadinya perpecahan yang dengan perbuatan itu harapan – harapan untuk membangun dan mengisi dunia ini dengan keindahan menjadi berantakan. Mengasah perbedaan berati menjaga jarak untuk bersatu dan jika hal ini terus dilakukan maka akan membuat ketentraman dan ketenangan didalam kehidupan kita menjadi hilang.

Mulailah untuk mengambil langkah yang produktif untuk bersaing dengan membangun komunikasi yang baik antar sesama anak Bangsa tanpa melihat suku, ras dan agama, sebab potensi kebaikan yang ada didalam diri manusia tidak memandang itu. Bahkan jika kita mampu bersatu diantara banyaknya perbedaan maka kita akan menjadi pelangi yang indah di langit yang biru, dimana pelangi – pelangi tersebut adalah ciptaan Tuhan.

Tentangan untuk menjadi Negara besar dengan beragam ideologi dan bentuk tidaklah mudah, banyak pekerjaan – pekerjaan rumah berupa kasus bullying terhadap anak – anak atas nama perbedaan suku dan agama yang harus kita hilangkan, masih cepatnya orang – orang kita terpropokasi jika disulut dengan hal – hal yang berbau kesukuan dan hal yang berbau keyakinan, masih banyak ego – ego yang harus diredam oleh kita semua. Dimana dari kejadian yang terjadi ini mengharuskan kita untuk mengikat kembali sumpah setia kita untuk mentaati peraturan yang ada di Negara ini, bahwa untuk memperkuat kesatuan dan persatuan tidaklah cukup hanya dengan tulisan ini, tidak cukup kalau hanya dikerjakan oleh pemerintah, tidak cukup jika hanya melalui pemasangan sepanduk yang menyatakan kita satu, tidak cukup jika hanya dilakukan oleh segelintir kelompok saja, karena persatuan membutuhkan gerak bersama, maka gerakan persatuan diantara banyak perbedaan inilah yang harus dikedepankan.

Membenci sebenarnya adalah kebutuhan bagi kita, anda bisa bayangkan jika kita tidak membenci sesuatu yang kotor, sesuatu yang negatif dan sesuatu yang berefek kepada keburukan bagi kita. Namun banyak kesalah artian bagi kita dalam menghadapi kebencian ini dan mengambil langkah – langkah yang bahkan kita sendiri membencinya, padahal kebencian ini kebanyakan bersifat sementara dan selanjutnya ketika kita sudah memahami obyek dari kebencian tersebut maka kebencian itu bisa jadi akan menjadi sirna.

Bahwa disini kita harus melihat dari pandangan yang luas dan pemahaman yang mendalam terhadap fenomena – fenomena yang terjadi, karena segala sesuatu pasti ada maknanya !
Berlebihan dalam membenci yang dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi karakter didalam diri akan membuat manusia sulit mengontrol prilaku diri dan pasti akan terpuruk didalam angkara murka ilahi dan permasalahan yang medalam dengan sesama manusia.

Maka membencilah dengan argumentasi yang jelas....!!!