Friday, September 26, 2014

Budaya Menghidupkan Jiwa


            Manusia tercipta dengan kelebihan yang unik dan berbeda dari makhluk hidup lainnya, selain mempunyai fisik yang sempurna, manusia juga mempunyai akal yang bisa memproduksi pengetahuan dari zaman ke zaman serta yang tak kalah menariknya manusia mempunyai jiwa seni yang beraneka ragam. Setiap komunitas, kelompok, perkumpulan pasti mempunyai cara tersendiri dalam melakukan interaksi antara satu dengan yang lainnya. Sehingga dari waktu ke waktu dengan tradisi dan kebiasaan tersebut terbentuklah yang namanya budaya.
            Sedikit kita mengenali Indonesia tentang perubahan – perbahan yang terjadi sangat tampak bukti – bukti peradaban yang mempunyai nilai prasasti yang tinggi,masuknya ajaran Hindu, Budha, Islam dan kristen terdapat peninggalan – peninggalan seperti candi – candi, tradisi – tradisi, lagu –lagu, music – music, tarian, senjata, bahkan bentuk rumah yang bderbeda – beda antara satu dengan yang lainnya, dimana kesemuanya itu tetap menggunakan unsure – unsure kebudayaan. Hal ini adalah sebuah kekayaan yang tiada tara dan tidak dimiliki oleh Negara lain didunia serta menjadi asset terbesar bangsa ini.
Ditinjau dari keragaman bahasa, prilaku, dan warna kulitpun Indonesia mempunyai potret yang berbeda, selain itu Indonesia mempunyai karakteristik masyarakt yang ramah sehingga mudah beriteraksi dengan masyarakat luar. Jadi tidaklah mengherankan ketika terjadinya persatuan di dalam bingkai kebhineikaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perjalan panjang Bangsa ini telah mencapai era modern sehingga dengan hadirnya budaya – budaya luar selain menambah khas baru dalam pergolakan kebudayaan juga menjadi serangan bagi budaya tradisional yang melekat didalam sanubari masyarakat lokal. Padahal, budaya suatu bangsa bagaikan akar dan batang dari pohon sedangkan yang lainnya adalah ranting. Jadi adalah hal yang percuma jika dari segi ekonomi, politik dan keamanan  bangsa kita mengalami peningkatan yang tinggi dipandangan Dunia, jika keterlibatan warga lokal tidak berperan.
Ada beberapa analisa yang perlu kita cermati secara bersama mengenai kehadiran globalisasi dimana secara tidak sadar pola pikir masyarakat kita digiring untuk tidak mencintai Negaranya sendiri. Ini terbukti dengan motif – motif hiburan atas nama peningkatan kreatifitas anak bangsa dengan budaya yang bukan budaya Indonesia seperti hadirnya program yang mencaplok budaya Barat. Masyarakat kita lagi – lagi terarahkan kepada paradigma konsumtif dan yang menikmati keuntungan hanya sebagian kecil dari elit pengusaha tersebut, inilah yang dinamakan ekonomi kapitalisme.
Bentuk real dari terkikisnya budaya lokal terlihat dari sebagaimana kaula muda berprilaku dan simpatik serta patisipatik dengan budayanya sendiri. Kita bisa memperhatikan pakaian, parfum, kosmetik, style, etika, lagu, musik, tarian, gaya bicara bahkan makananpun sebagian besar berkiblat pada ekonomi barat dan hanya sebagian kecil persentase Pemuda yang masih komitmen terhadap pengembangan budaya sendiri.
Keterbukaan kita pada informasi dan teknologi yang berbasis modern sangat dibutuhkan demi kemajuan bangsa ini, namun kita juga harus memfilter antara dampak positif dan negatifnya yang berpengaruh terhadap ketahanan nilai – nilai kebudayaan kita. Andai saja dengan penguasaan di sector informasi dan teknologi kita memupuni, bisa saja kita membumikan budaya – budaya kaya kita ini keseluruh penjuru Dunia.
Oleh karenanya dengan support kita semua terutama elementasi lembaga kebudayaan agar selalu menghidupkan semangat nasionalism dengan mengadakan acara – acara yang berbasis kesenian dengan inovasi – inovasi yang menjawab tantangan zaman. Sudah saatnya kita, dengan potensi yang kita miliki memberikan tanggapan terhadap globalisasi dengan keanekaragaman budaya, menghiasi sudut – sudut negeri dengan kreasi, mengobarkan cinta dengan inisiasi membangun negeri.
Terus berkarya untuk bangsa, membangunkan jiwa melalui budaya, tanpa mengharap imbalan dari penguasa, dan tentunya dengan bersama kita bisa.

             

Monday, August 4, 2014

Duka Kami Untuk Palestine

Puluhan Tahun terpenjara dalam Negara…
Puluhan Ribu Jiwa para syuhada telah berbahagia bertemu Tuhannya…
Rumah dan bangunan menjadi makam syahidnya…
Darah dan air mata mengalir di Bumimu tercinta…

Wahai orang – orang Palestine,,
Dalam hati kami menjerit menyaksikan darah tertumpah..
Wahai kaum tertindas..
Jiwa kami bergetar menatap tangis sang ayah yang kehilangan anak dan istrinya…
Duhai jiwa – jiwa yang berduka…
Bersabarlah… hati – hati yang suci akan membantumu…..

Palestine..
Maafkan kami karena baru tersadar ketika melihat darah bercucuran ….
Maafkan kami hanya bisa bersedih ketika melihat puing – puing tulang belulang berserakan direruntuhan….
Maafkan kami karena tidak berada disampingmu ketika kalian terpukul…

Palestine…
Demi konstitusi bangsa ini…. Demi terhapusnya penjajahan di muka bumi ini… demi tegaknya keadilan,,,, dan demi darah dan air mata yang tertumpah ditanah suci Al –Aqsha….
Kami tidak akan mundur…kami tidak akan diam… kami tidak akan berpaling…
kami akan selalu meneriakkan kekejaman zionis… kami akan selalu mengkhabarkan akan penindasan dan kekejaman ini… kami akan senantiasa menyerukan pada dunia untuk membelamu…

Palestine… duka kami untukmu…. Kesedihan kami untukmu…

Sunday, June 29, 2014

Teriakan Dunia Untuk Palestine

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas Dunia HARUS DIHAPUSKAN karena tidak sesuai dengan
perikemanusiaan dan perikeadilan” (Pembukaan UUD 1945)

Sebagai bangsa yang pernah terdzolimi oleh penjajah Indonesia mencantumkan perlawanan terhadap bangsa – bangsa penjajah didalam rumusan pembukaan konstitusi Negara. Hal ini sangatlah pantas dan layak didengungkan karena penjajahan adalah bentuk perampokan yang nyata untuk memenuhi sahwat birahi akan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa yang dijajah, penjajahan merupakan sifat hewan buas atau predator yang siap memangsa kaum yang lemah, sifat menjajah hanya dimiliki oleh kelompok Arogan, sombong, congkak dan rakus.
Dalam ungkapan lain Ir.Soekarno mengatakan dalam pidatonya yang mengecam penjajah di eranya sampai era sekarang :
“Dan bagi Israel selama kemerdekaan Bangsa Palestina belun diserahkan kepada orang – orang palestina, maka selama itulah Bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel” (Soekarno 1962).
            Inilah ungkapan pemimpin revolusi Indonesia yang pernah mengenyam sakitnya penjajahan dan tidak dalam waktu yang pendek penjajahan yang dilakukan oleh Belanda + 3 1/2 abad sungguh kurun waktu yang fantastis, tentunya para Funding Father sampai anak keturunannya tidak akan melupakan kejadian ini dan kali ini, melalui tulisan ini para anak cucu menuliskan jeritan dan teriakan anti penindasan. Kita bisa bayangkan para Datuk kita dicambuk, para datuk kita di hinakan, diperbudak, dilecehkan, disiksa, dilarang untuk pintar, dijadikan bahan untuk bermain dan dianggap binatang. Mereka menumpahkan darah dengan segenap jiwa raga untuk kemerdekaan dan sekali lagi untuk anak cucunya, untuk kita.
            Lalu apakah kita diam ketika penjajahan yang terjadi di bumi Palestine ? apakah kita diam mendengar seruan Ir Soekarno ? Tidak, karena mulai saat ini dan detik ini kita serukan kembali tutur kata sang ksatria Indonesia bahwa kami Tidak Melupakan Sejarah !!!.
             Dan kita perlu mengingat kembali bahwa bangsa ini direbut karena bersatunya Agama atas nama cinta terhadap tanah air, berbedanya suku, golongan, adat dan istiadat, status social dan profesi bukanlah hal yang diperdebatkan dan ditonjolkan karena kemerdekaan Indonesia atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab. Begitu pula mengenai pembelaan kita terhadap Bangsa Palesitne bukan karena kita berbeda wilayah dan bukan karena kita tidak mempunyai landasan pemikiran, tapi mengangkat harkat dan martabat kehidupan manusia.
            Untuk memperkuat landasan – landasan pembelaan kita rterhadap palestine saya mengutip perkataan Karen El-Kawa tentang 14 fakta politik Israel dan kroninya :

1.        Bahwa, pada saat masalah Palestina diciptakan Inggris tahun 1917, lebih dari 90 persen penduduk Palestina adalah orang Arab, dan bahwa penduduk Yahudi waktu itu tidak lebih dari 56.000.
2.        Bahwa, lebih dari separuh Yahudi yang tinggal di Palestina waktu itu adalah para imigran baru, yang datang ke Palestina pada dasawarsa sebelumnya, guna menghindari penyiksaan di Eropa. Dan bahwa kurang dari lima persen penduduk Palestina adalah Yahudi pribumi Palestina.
3.        Bahwa, pada waktu itu Arab Palestina menguasai 97,5 persen tanah, sementara Yahudi (penduduk asli dan pendatang) hanyalah menguasai 2,5 persen.
4.        Bahwa, selama 30 tahun pendudukan dan kekuasaan Inggris, kamum Zionis hanyalah berhasil membeli 3,5 persen tanah Palestina, sekalipun digalakkan Pemerintah Inggris. Dan bahwa banyak dari tanah ini dialihkan secara langsung kepada badan-badan Zionis oleh Pemerintah Inggris, dan bukan karena dijual oleh pemilik Arabnya.
5.        Bahwa, karena itu, pada saat Inggris menyerahkan masalah Palestina kepada PBB pada 1947, kaum Zionis menguasai tanah tidak lebih dari 6 persen dari seluruh wilayah Palestina.
6.        Bahwa, meskipun faktanya demikian, Sidang Umum PBB merekomendasikan agar sebuah "Negara Yahudi" harus didirikan di Palestina. Dan bahwa Sidang PBB menjamin bahwa "Negara" yang diusulkan itu akan mendapatkan 54 persen dari seluruh wilayah negeri itu.
7.        Bahwa, segera kemudian Israel menduduki (sampai sekarang) 80,48 persen dari seluruh wilayah Palestina.
8.        Bahwa, sebagian besar ekspansi teritorial ini terjadi sebelum 15 Mei 1948, sebelum ditariknya secara resmi pasukan Inggris dari Palestina, sebelum masuknya tentara Arab untuk melindungi Arab Palestina, dan sebelum meledaknya perang Arab-Israel.
9.        Bahwa, Israel membagikan 85 persen sumber air di daerah pendudukan kepada Yahudi dan sisanya 15 persen dibagi untuk seluruh rakyat Palestina dalam teritori itu.
10.    Bahwa, Amerika Serikat menghadiahi Israel dalam bentuk bantuan sebesar tiga miliar dolar saban tahun, melebihi bantuan terhadap negara manapun di dunia.
11.    Bahwa, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki sejata nuklir.
12.    Bahwa, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani perjanjian nuclear non-proliferation (tidak membiakkan nuklir).
13.    Bahwa, secara rutin Israel menyita rekening bank, bisnis, dan tanah dari rakyat Palestina dan menolak membayar ganti rugi kepada mereka yang kena sita.
14.    Bahwa, pengungsi Palestina adalah pengungsi terbesar di muka bumi.

Ini adalah 14 poin yang sangat nampak muatan terstruktur atas penjajahan yang dilakukan oleh Israel dan Negara – Negara sekutunya bahkan dalam hal ini Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) juga ikut serta dalam menjajah bumi Palestine. Banyak dari populasi umat manusia yang beragama dan membaca al-kitab merasa takjub akan keunggulan klan Yahudi ini, mereka beranggapan bahwa memang ras ini adalah ras yang unggul baik dari segi pemikiran, lobbying dan kinerja yang lainnya, sehingga mereka pasrah dan tidak memperdulikan Palestine karena takut berhadapan dengan kaum yahudi ini.
Dengan sikap apatisme ini membuat mereka semakin membabi buta menjatuhkan jiwa – jiwa yang tidak berdosa dan tidak mengerti tentang apa – apa permasalahan yang terjadi. Sejauh ini sejak 1987 – 2011 sebanyak 7.989 jiwa tewas dan 1.620 diantaranya adalah anak – anak oleh serangan rezim zionis. Belum lagi dengan tahun – tahun sebelum dan setelahnya yang belum terdata, saya yakin jumlah ini masih kecil dari yang dibayangkan, dan kita tengok mengenai korban yang luka – luka, yang terkena Bom Phospor mengakibatkan orang – orang dan anak – anak palestina menderita cacat seumur hidup (Nusantara News)
+ 67 tahun Orang -  orang Palestine telah mengenyam pahitnya penjajahan, tidak sedikit korban – korban yang berguguran sebagai pahlawan menjadi tumbal kemerdekaan, berbagai aliansi dan front pmbebasan berdiri dan digagalkan, makanan dan minuman  sebagai pembasah tenggorokan serta pengganjal perut di embargo, bantuan – bantuan Bangsa yang peduli akan kemanusiaanpun di jegal, wartawan yang mengkhabarkan tentang kedzoliman dan kebenaran menjadi sasarn timah panas, segala daya dan upaya dilakukan oleh rezim zionis dengan kekuatan tangan Dunia mampu menghegemoni penduduk dunia agar Palestine dianggap seakan – baik – baik saja.
Namun para tokoh – tokoh dunia dan orang – orang yang terketuk hatinya mengeluarkan kritik pedas terhadap zionis dan menyataka sikap kepedulian terhadap Palestine diantaranya :

1.    Imam Khomaini (Pemimpin Revolusi Islam Iran)
-          Ketika ditanya tentang pembelaan terhadap Palestine beliau mengatakan : jelas, kewajiban setiap muslim, bahkan didaerah paling jauh sekalipun sama dengan kewajiban umat islam Palestine.
-          Saya menginginkan umat Islam dunia dan Negara – Negara Islam bergabung dan bersama – sama mematahkan tangan – tangan penjajah dan pendukungnya. Saya mengajak sluruh umat Islam sedunia untuk menjadikan hari jum’at terakhir bulan Ramadhan  yang merupakan hari – hari lailatul qadr dan dapat menjadi penentu masa depan palestina sebagai Hari Quds sedunia.

2.    Tony Blair (Mantan Perdana Mentri Inggris)
-          Palestine mempunyai hak merdeka dan berdaulat sebagai sebuah Negara

3.    Hugo Chavez (Presiden Venezuela)
-          Kami akan mendesak Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB) mengakui keberadaan Palestina.

4.    Athaillah Hana (Uskup Agung Umat Kristen di Al-Quds)
-          Kami akan terus menyerukan kepada gereja – gereja Kristen sedunia untuk mengecam dan mengutuk perbuatan Israel yang telah menodai Masjid Al-Aqsha dan melakukan pengeniayaan terhadap saudara – saudara kita dipalestina

5.    dr. jonsenzal Jurnalis, SpoT (Presidium Mer.C)
-          Yarusalem milik semua umat, harus dibebaskan dari zionis Israel.

6.    Cristiano Ronaldo (Pemain Sepak Bola Asal Portugal )
-          Ketika pertandingan antara Portugal dan Israel telah selesai ada salah satu pemain Israel yang ingin bertukar jersey, Ronaldo seketika itu menolak. Meliahat kejadian itu wartawan menghampiri dan mewawancarai Ronaldo mengenai tindakanya tersebut, ronaldo berkata “ saya berada di tanah Palestine”.
-          Dan didalam kepedulian lainnya Ronaldo menyumbangkan sepatu emas miliknya yang bernilai Rp 18,4 Miliar untuk anak – anak palestina di Gaza.

7.    Maher Zain dan Michael Heart (Musisi asal Lebanon dan Syiria)
Melantunkan lagu pembebasan palestina masing – masing berjudul “Palestine Tomorrow will be free dan we will not go down”

Dalam tulisan ini sebenarnya masih banyak pernyataan – pernyataan tokoh dunia yang meneriakkan pembebasan terhadap Palestine yang tidak saya tuliskan satu persatu. Namun yang ingin saya terangkan adalah bahwa dari belahan dunia tak memandang profesi dan agamanya terus menerus mengecam tidakan – tindakan yang diperbuat oleh rezim zionis kepada bangsa Palestine.
Kita semakin tersadarkan dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, sampai tahun ke tahun pendukung pembebasan terhadap Bangsa Palestine makin membludak, bagaikan air terjun yang membanjiri bagian bumi.
Momentum demi momentum goncangan teriakan Bangsa – bangsa akan kemerdekaan bangsa Palestine tak terbendung lagi. Mereka meneriakkan untuk menghapus Isral dari peta Dunia. Mata dunia di era ini mulai terbuka lebar dan telah melihat dengan nyata antara siapa yang menindas dan siapa yang tertindas.
Terakhir yang ingin saya sampaikan kepada pembaca sekalian adalah bahwa manusia semakin hari akan semakin beradab, dimana beradap akan tunduk secara otomatis dengan nilai – nilai kebenaran dan kebenaran pasti akan menang, karena kemenangan milik orang – orang tertindas. Dari derita yang dialami oleh orang – orang Palestine selayak dan sepatutnya kita sebagai manusia yang tercipta dengan potensi kebenaran selalu menggumamkan pembebasan atas nama cinta dan kemanusiaan.



Ahmad Fauzi
Tenggarong

Thursday, June 12, 2014

IT dan Pendidikan




Pemanfaatan IT dalam Sektor Pendidikan


      A.    Definisi Ilmu Teknologi
Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan.
     B.     Ilmu Teknologi dan Pendidikan
Kemajuan sains dan teknologi yang diikuti dengan pembangunan di berbagai bidang turut mewarnai peradaban di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sains dan teknologi yang terus berkembang dengan pesat, berdampak pada berbagai perubahan sosial dan budaya. Perubahan – perubahan yang terjadi ditandai dengan derasnya informasi yang masuk dari berbagai belahan penjuru dunia. Sehingga informasi menjadi komoditi yang sangat berharga bagi kemajuan suatu bangsa pada umumnya.
Jika kita lihat kebelahan bumi bagian barat, nampak bahwa negara – negara yang maju di barat adalah negara – negara yang sumber daya manusianya menguasai informasi. Hal inilah yang telah menjadikan negara – negara tersebut menjadi negara adidaya dan adikuasa. Tak heran makanya negara – negara maju di barat, yang menguasai informasi, berhasil “menguasai dan mengendalikan” suatu negara yang masih terbelakang ataupun yang sedang berkembang, yang penguasaan terhadap informasinya masih minim. Tepat kiranya ungkapan yang menyatakan bahwa “mereka yang menguasai informasilah yang akan menguasai dunia ini”.
Melimpahnya informasi yang ada dari berbagai penjuru dunia yang terkumpul dalam sebuah jaringan internasional (Internet), tidak terlepas dari peranan sistem teknologi informasi, sebuah trend teknologi di abad ini yang memanfaatkan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi didalamnya (Kadir dan Triwahyuni, 2003: 2).
Adanya sistem teknologi informasi ini telah banyak memberikan solusi dan kemudahan bagi banyak orang dan pada berbagai sektor kehidupan. Banyak dampak positif yang didapatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi ini, walaupun penulis tidak menutup mata dengan adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari pemanfaatan  teknologi ini. Namun itu semua tidak terlepas pada kepiawaian seseorang dalam memilah dan memilih informasi yang dibutuhkannya, mana informasi yang baik bagi dirinya atau pun sebaliknya.
Sejalan dengan pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi yang berkembang, peran dunia pendidikan menjadi sangat strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan tanggap dalam menghadapi tuntutan perubahan zaman. Perguruan tinggi dan institusi pendidikan lainnya berperan sebagai lembaga pendidikan, yang menghasilkan tenaga – tenaga profesional dalam bidang kependidikan dan bidang – bidang yang lainnya, harus mampu membekali mahasiswanya dengan pengetahuan, pemahaman dan penguasaan terhadap sistem teknologi informasi yang kini telah memasuki berbagai sektor kehidupan.  Dan tidak menutup kemungkinan, jika pengetahuan dan penguasaan terhadap Sistem Teknologi Informasi menjadi matakuliah wajib bagi setiap mahasiswa di semua perguruan tinggi sebagai tanggapan atas tantangan dan tuntutan perubahan zaman.
Merujuk pada Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, perihal ketentuan umum Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 2  dan pasal 5 ayat 1 tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara yang berbunyi:
Pasal 1 ayat 2 :
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Pasal 5 ayat 1 :
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
Institusi Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Disamping itu, Intstitusi Pendidikan  juga harus mampu dalam menyediakan dan memberikan pendidikan yang bermutu bagi siswa atau mahasiswanya sesuai dengan hak setiap warga negara yang tertuang dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 5 ayat 1. Dengan adanya peran teknologi informasi yang digunakan secara optimal, tentunya institusi pendidikan  akan mampu mengemban amanah dalam memberikan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan tantangan serta tuntutan perubahan zaman bagi siswa atau mahasiswanya.
 C.  Hambatan dalam Pengembangan Sistem IT
Yang menjadi masalah untuk berkembangnya IT Sejauh ini di Daerah kita adalah :
1. Instansi Pemerintah Daerah kurang paham masalah kegunaan dan penerapan pemanfaatan IT untuk menunjang kinerja pemerintah. Akibatnya perencanaan project IT sebagian besar hanya bersifat PENGADAAN peralatan (PC, Laptop, dll), belum menyentuh kepada MASTER PLAN pembangunan sistem IT terintegrasi (jaringan antar dinas, pembangunan data center terpadu, aplikasi produksi pemda, dll) yang akan menghemat pengeluaran dan meningkatkan efisiensi pekerjaan. Masing2 instansi seolah-olah bekerja dan memiliki skema penerapan IT sendiri2. Tahun depan pengadaan yang baru lagi, tanpa ada kesinambungan dengan project yang telah dikerjakan sebelumnya.

2. Adanya beberapa rekanan IT yang cuma melihat angka project saja, tanpa ada konsep perancangan dan pengembangan kedepan yang baik. Ada proyek pengadaan laptop, pada datang, ada proyek pemasangan kabel jaringan LAN, pada rebutan, giliran diminta konsep pengembangan sistem, pada sembunyi dan kabor. Beberapa pekerjaan dilakukan asal-asalan, karena kekurangan tenaga teknis. Akibatnya bisa ditebak, kelar project, langsung di tinggal, akibatnya beberapa hasil project tidak berjalan dengan baik/rusak, bahkan ada yang sudah kacau dan tidak dapat digunakan sejak awal.

3. Kurang perhatian dari pusat. Pusat, kebanyakan memberikan bantuan dalam bentuk jadi. Bantuan server langsung seisinya, pelatihan 3-7 hari, setelah itu dilepas. Begitu ada kesulitan, tidak ada alokasi tenaga teknis yang membantu operator di daerah. Daerah TIDAK diajarkan untuk membangun sistem, mereka cuma diajarkan untuk menggunakan sistem, akibatnya sekedar troubleshooting sederhana saja, tidak sanggup. Tak jarang banyak alat2 dan program yang berakhir di gudang karena rusak dan tidak ada yang memperbaiki.

4. Kekurangan SDM di bidang teknis. Pelatihan teknis yang ada hanya hitungan hari, sekitar 3-7 hari, dengan penguasaan bidang teknis yang cukup luas. Personil yang ditunjuk justru sering ganti-ganti, sehingga misal untuk pelatihan dasar si A, beberapa bulan kemudian di saat pelatihan lanjutan, yang datang justru si B. Tidak ada pendampingan secara berkala. Kelar pelatihan, selesai perkara, soal apakah sistem IT nya berjalan baik atau mati suri, tidak dipersoalkan lagi.


D.  Kesimpulan
Sungguh sangat  banyak korelasi yang bisa ambil ketika di tataran Dinas/Instansi  kepemerintahan mempunyai banyak kelemahan dalam pengelolaan IT sehingga berefek kepada Lembaga dibawahnya salah satunya adalah Sekolah dan Perguruan tinggi sebagai corong terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi generasi penerus dalam estafet kehidupan antar era. Oleh karenanya pemanfaatan IT yang diharapakan menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari – hari ini bisa didorong dengan sungguh – sungguh untuk pemanfaatan pendidikan dan agar anak bangsa kita tidak tertinggal dalam hal informasi dan pengembangan – pengembangan lainnya.
Demikian yang bisa saya susun dari berbagai artikel dan opini, semoga bermanfaat bagi yang membaca.
Refferensi :
1.  Kadir, A. dan Triwahyuni, T. Ch. (2003). Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta. Andi Offset
2.  Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003
4. https://www.facebook.com/andimicro