Thursday, July 28, 2016

LAPORAN PANITIA MILAD KE 40 DAN REUNI AKBAR PPKP RIBATHUL KHAIL TIMBAU TENGGARONG TAHUN 1976-2016

L A P O R A N
PANITIA MILAD KE 40 DAN REUNI AKBAR
PPKP RIBATHUL KHAIL TIMBAU TENGGARONG  TAHUN 1976-2016
AlamatSekretariat : Jl. KH. A. Mukhsin No. 71 Rt. 27Kel. TimbauTenggarong
HP. 085250751963 / 085246417456
 



A.   LANDASAN PEMIKIRAN

Alhamdulillah, segala puji selalu kita panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberi kita kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan kegiatan sehari – hari, semoga kita selalu diberikan Inayah untuk selalu beriman dan bertakwa didalam menjaani kehidupan ini.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan dari lisan kita kepada junjungan Nabi Muhammad Saw, rasul pembimbing umat, pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Semoga dengan apa yang kita lakukan atas nama Agama Allah dan Rasulnya mendapatkan syafaat baik di dunia dan di akhirat

Didalam perjalanannya Pondok Pesantren Karya Pembangunan (PPKP) Ribathul Khail Timbau Tenggarong mengalami berbagai dinamika, pasang surut, kemunduran dan kemajuannya telah mewarnai dari tahun 1976 sampai dengan 2016. Namun yang menjadi hal penting yang dimiliki oleh pondok pesantren ini adalah selalu memberikan konstribusi yang optimal bagi Sumber Daya Manusia (SDM) sebgaimana Hadits Nabi Saw ; “Sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya”.

Moralitas adalah visi utama dari baginda Rasulullah Saw yaitu memuliakan akhlak manusia, persoalan disintegrasi akhlak manusia dari zaman dahulu hingga kekinian menjadi perhatian khusus karena mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia yang berdampak pada kriminalitas dan perbuatan yang merugikan orang lain. Hal ini juga selalu dilakukan oleh pondok tertua di kutai kartanegara ini dengan tetap konsisten memberikan pemahaman keislaman yang moderat serta menebarkan alumni – alumninya di seluruh daerah sehingga berguna dengan memberikan muatan keislaman kepada masyarakat umum.

Peringatan Milad ke 40 dan Reuni Akbar PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong 2016 adalah momentum bagi seluruh lapisan pecinta ppkp dalam melakukan konsolidasi guna meningkatkan peran PPKP Ribathul Khail Tenggarong dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan ini pula kami selaku panitia pelaksana memberikan laporan atau hasil dari kegiatan tersebut.

B.   WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

·           Milad ke - 40 dan Reuni Akbar PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong th. 1976 – 2016 dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 01 Mei 2016 jam 08.30 WITA – Selesai.

·           Tempat kegiatan : seluruh Rangkaian Kegiatan Milad ke 40 dan Reuni  Akbar dilaksanakan di Pondok Pesantren Karya Pembangunan Ribathul Khail Jl. KH. A. Mukhsin No. 71 Rt. 27 Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong kabupaten Kutai Kartanegara.

C.   PANITIA
(Terlampir)

D.  PESERTA KEGIATAN
(Terlampir)

E.   KEGIATAN

1.       Mengadakan Donor Darah (santri/wati MTs dan MA PPKP, keluarga Alumni, masyarakat umum) Bekerjasama Dengan PMI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara

2.       Bazar dan Pameran
·      Busana – busana Muslim dan muslimah
·      Pameran Kaligrafi

3.        Haul (Pembacaan doa  arwah) untuk para pendiri, pengurus, ustadz dan ustadzah serta santri/wati yang telah berpulang ke Rahmatullah.

4.       Lelang benda – benda peninggalan sesepuh pondok (melelang barang – barang pembangunan masjid meliputi seluruh komponen)

5.       Reuni Akbar :
·      Silaturrahmi dan sumbang saran
·      Mengukuhkan Kepengurusan Alumni PPKP Ribathul Khail TimbauTenggarong
                     

F.   KEUANGAN
(Terlampir)

G.   DOKUMENTASI
(Terlampir)

H.    PENUTUP

Dengan karunia yang di berikan Allah SWT, Ahlamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar, kami selaku panitia pelaksana mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada pada Alumni dan Simpatisan yang turut serta dalam suskesnya acara ini dan kami pula memohon maaf yang teramat besar jika dalam pelayanan dan pengelolaan panita belum mencapai maksimal atau masih banyak kekurangan, harapan kami besar kepada saudara – saudara sekalian untuk memberikan masukan sebagai bahan evaluasi agar kedepannya kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Karya Pembangunan Ribathul Khail Timbau Tenggarong menjadi lebih baik.

Tenggarong, 23 Juli 2016



PANITIA REUNI AKBAR DAN MILAD KE-40
PONDOK PESANTREN KARYA PEMBANGUNAN RIBATHUL KHAIL
TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA KALTIM
TAHUN 2016

DEWAN PENASEHAT       :                 1. Drs. H. Idar Ja’far, M.Pd
                                                                  2. Drs. H. Kurnain
                                                                  3. Ali, S.Ag., M.Pd
                                                                  4. Misran Taharani, S.Ag., M.Pd.I

KETUA                                                  : Sobirin, S.Pd.I
WAKIL KETUA                                    : H. Abd. Kadir Al-Makki, M.Hi

SEKRETARIS                                        : Syarifudin, SE
WAKIL SEKRETARIS                          : Khairul  Anam, S.Pd

BENDAHARA                                      : Siti Fatimah, S.Pd.I
WAKIL BENDAHARA                        : Endang Randu, S.Hi

SEKSI – SEKSI

Ø  SEKSI ACARA
1.       Witomo Nabil, S.Pd.I (Coord)
2.       Drs. Hairul Basri
3.       Sofyan Efendi, S.Pd.I
4.       Muhtarom, S.Pd
5.       Hj. Mardiah, S.Pd
6.       Hj. Rusdiana, S.Pd.I
7.       Wiwik Anggreanti, S.SoS.I
Ø  SEKSI PUBDEKDOK
1.       Mahli Ahyat, S.Pd (Coord)
2.       Zulniawansyah, S.Pd
3.       Tabrani
4.       M. Syaiful Anwar
5.       Fahrul Raji, S.Pd.I
6.       Anshori
7.       Buhkhari, S.Ag

Ø  SEKSI PENDANAAN
1.       Ahmad Fauzi, S.Pd (Coord)
2.       Ngari, S.Ag
3.       Agus Setiawan, S.Pd.I
4.       Juwahir, S.Ag
5.       M. Ramli, S.Ag
6.       M. Rifai, S.Ag


Ø  SEKSI KONSUMSI
1.       Mainah, S.Pd (Coord)
2.       Nurul Octavia, S.Pd.I
3.       Faiqoh, S.Pd
4.       Laila Tanor, S.Sos
5.       Wasilah Zuhairi, S.Pd
6.       Fatimatuzzahra, S.Sos
7.       Nurul Hikmah, S.Pd
Ø  SEKSI HUMAS
1.       Untung (Coord)
2.       Taufiq
3.       Rahman
4.       Fajrianur
5.       Hamdanah, S.Ag
6.       Nurul Hayati, S.Pd.I







Laporan Keuangan
Panitia Alumni PPKP Ribathul Khail Tahun 2015- 20116       
No
KETERANGAN
PENDAPATAN
(Rp)
PENGELUARAN
(Rp)
NOMOR/TANGGAL
1
Misran Taharani
                  150.000

29/03/2016
2
Pembelian ATK

                  125.000
Nota (2) - 29/03/2016
3
Sepanduk Sekretariat

                    87.000
Nota (1) - 28/03/2016
4
Sumbangan Syarifudin
                    87.000

28/03/2016
5
Ahmad Ramli
                  100.000

Form (1) 30/03/2016
6
Syarifudin
                  100.000

 Form (2) 30/03/2016
7
Ahmad Fauzi
                  100.000

Form (3) 30/03/2016
8
Fotocopy Formulir dan Sk Panitia

                    15.000
30/03/2016
9
Konsumsi Tim Input Data

                    10.000
30/03/2016
10
Wahyu Ahadi
                  100.000

Form (4) 2/4/2016
11
Muhammad Julkarnain
                  100.000

Form (5) 2/4/2016
12
Juwahir
                  100.000

Form (6) 2/4/2016
13
Ahmad Ravi
                  100.000

Form (7) 3/4/2016
14
Maulidy Al-Fariz
                  100.000

Form (8) 3/4/2016
15
Akmal
                  100.000

Form (9) 5/4/2016
16
Muhammad Khaidir
                  100.000

Form (10) 5/4/2016
17
Abdus Samad Nur
                  100.000

Form (11) 5/4/2016
18
Siti Fatimah
                  100.000

Form (12) 5/4/2016
19
Bukhari
                  100.000

Form (13) 5/4/2016
20
Rusmala Hariyanti
                  100.000

Form (14) 5/4/2016
21
Rosita Wijaya
                  100.000

Form (15) 5/4/2016
22
Irsyad
                  300.000

Form (16) 5/4/2016
23
Imam Hamdani
                  100.000

Form (17) 5/4/2016
24
Sobirin
                  100.000

Form (18) 5/4/2016
25
Endang
                  100.000

Form (19) 5/4/2016
26
Taufik Panjaitan
                  100.000

Form (38) 13/4/2016
27
Rahman Panjaitan
                  100.000

Form (39) 13/4/2016
28
Baleho 4 x 6

                  840.000
Nota (3) - 15/04/2016
29
Akomodasi Pemasangan Baleho

                    30.000
Tnp Nota  - 15/04/2016
30
Lisa Nur Fida
                  100.000

Form (20)   /4/2016
31
Untung
                  100.000

Form (21)   /4/2016
32
Fitrianur
                  100.000

Form (22)   /4/2016
33
Cahya Nur
                  100.000

Form (23)   /4/2016
34
David
                  100.000

Form (24)   /4/2016
35
Mina Wati
                  100.000

Form (25)   /4/2016
36
Fatimah Yoksan A
                  100.000

Form (26)   /4/2016
37
Camat Tenggarong (Mulyadi)
              1.000.000

Form (27)   /4/2016
38
Ade Ismail
                  100.000

Form (28)   /4/2016
39
Mainah
                  100.000

Form (29)   /4/2016
40
Siti Komariah
                  100.000

Form (30)   /4/2016
41
Nur W Zakiyah
                  100.000

Form (31)   /4/2016
42
Shofi
                  100.000

Form (32)   /4/2016
43
Ketua Koni Kukar
                  500.000

Form (33)   /4/2016
44
Mutmainah + Nur
                  100.000

Form (34)   /4/2016
45
Ali, S.Ag, M.d
                  400.000

Form (35)   /4/2016
46
Nursidah
                  100.000

Form (36)   /4/2016
47
Maslina
                  100.000

Form (37)   /4/2016
48
ATK

                    75.000
Nota (4) 16/04/2016
49
Uswatun Hasanah
                    50.000

Form (40)    /4/2016
50
Tiara Miftahunnisa S
                    50.000

Form (41)    /4/2016
51
M Al-Fahri S
                    50.000

Form (42)    /4/2016
52
Devi Nala Sari
                    50.000

Form (43)    /4/2019
53
A.S Farhanah F
                  100.000

Form (44)    /4/2020
54
Dahliana
                  100.000

Form (45)    /4/2021
55
Rusdiono
                  300.000

Form (46)    /4/2022
56
A. Sy Latifatul Laili
                  100.000

Form (47)    /4/2023
57
Halimathul Robayana
                  100.000

Form (48)    /4/2024
58
Misran Taharani
                  500.000

Form (49)    /4/2025
59
Irwan
                  100.000

Form (50)    /4/2026
60
Munirul Ikhwan
                  100.000

Form (51)    /4/2027
61
Dirgantara Syah
                    50.000

Form (52)    /4/2028
62
Alfi dan Eli
                  200.000

Form (53)    /4/2029
63
Siti Nurhasanah
                    50.000

Form (54)    /4/2030
64
Eka Yuni Hafsah
                    50.000

Form (55)    /4/2031
65
Mariya Ulfa
                    50.000

Form (56)    /4/2032
66
Rizqi Ananda
                    50.000

Form (57)    /4/2033
67
Nur Khasanah
                    50.000

Form (58)    /4/2034
68
Wahyu Dhira P
                    70.000

Form (59)    /4/2035
69
Latifah
                  100.000

Form (60)    /4/2036
70
Isnaniah
                  100.000

Form (61)    /4/2037
71
Havivah
                  100.000

Form (62)    /4/2038
72
Siti Hadijah
                  100.000

Form (63)    /4/2039
73
Santi
                  100.000

Form (64)    /4/2040
74
Ngari S.Ag
                  200.000

Form (65)    /4/2041
75
Witomo
                  100.000

Form (66)    /4/2042
76
Nur Ijatil Hasanah
                  300.000

Form (67)    /4/2043
77
Fuspawati
                    50.000

Form (68)    /4/2043
78
Fuspawati
                    50.000

Form (69)    /4/2044
79
Sutrisno
                  150.000

Form (70)    /4/2045
80
Ustaniah
                  100.000

Form (71)    /4/2046
81
Sofian Efendi
                  100.000

Form (72)    /4/2047
82
Siti Hadijah
                  100.000

Form (73)    /4/2048
83
Emi
                  100.000

Form (74)    /4/2049
84
Dahyanti
                  100.000

Form (75)    /4/2050
85
Kasmaboti
                  500.000

Form (76)    /4/2051
86
Fahruddin
                  250.000

Form (77)    /4/2052
87
Junairah
                  250.000

Form (78)    /4/2053
88
Alumni
                  210.000

Form (79)    /4/2054
89
Alumni
                    50.000

Form (80)    /4/2055
90
Alumni
                  200.000

Form (81)    /4/2056
91
Alumni
                  400.000

Form (82)    /4/2057
92
Samsul Bahri
                  100.000

Form (83)    /4/2058
93
Alumni
                  100.000

Form (84)    /4/2059
94
Fahrizal Iswan (Sariatul Fihriah)
                  120.000

Form (85)    /4/2060
95
Aswandi Arsyad
                  100.000

Form (86)    /4/2061
96
Alumni
                  100.000

Form (87)    /4/2062
97
Agustina Said
                  100.000

Form (88)    /4/2063
98
Munawarah
                  100.000

Form (89)    /4/2064
99
Muhammad Gafur
                  100.000

Form (90)    /4/2065
100
Rosmawati
                  200.000

Form (91)    /4/2066
101
Alumni
                  100.000

Form (92)    /4/2067
102
Siti Qomariah


Form (93)    /4/2068
103
Alumni
                  200.000

Form (94)    /4/2069
104
Alumni
                  100.000

Form (95)    /4/2070
105
Alumni
                  120.000

Form (96)    /4/2071
106
Muchtarom
                  100.000

Form (97)    /4/2072
107
Alumni
                  100.000

Form (98)    /4/2073
108
Novia Wulandari
                  100.000

Form (99)    /4/2074
109
Hajriansyah
                  100.000

Form (100)    /4/2075
110
Alumni
                  100.000

Form (101)    /4/2076
111
Habibah
                  100.000

Form (102)    /4/2077
112
Muhammad Yusuf
                  100.000

Form (103)    /4/2078
113
Norasmiyanti
                  100.000

Form (104)    /4/2079
114
Hipni
                  200.000

Form (105)    /4/2080
115
Rusdiana
                  100.000

Form (106)    /4/2081
116
Habibah
                  200.000

Form (107)    /4/2082
117
Krisnawati
                  100.000

Form (108)    /4/2083
118
Dedi Damhudi
                  100.000

Form (109)    /4/2083
119
Eko Supriadi
                  150.000

Form (110)    /4/2084
120
M.Riduan
                  100.000

Form (111)    /4/2085
121
Dewi Fatimah
                  100.000

Form (112)    /4/2086
122
Abdu Ra'uf AM
                  200.000

Form (113)    /4/2087
123
Rustinah
                  100.000

Form (114)    /4/2088
124
Indra Saputra
                  200.000

Form (115)    /4/2089
125
Supriati
                  150.000

Form (116)    /4/2090
126
M Idham
                  150.000

Form (117)    /4/2091
127
Ahmad Muryani
                  100.000

Form (118)    /4/2092
128
Yuliana
                  120.000

Form (119)    /4/2093
129
Subaida
                  100.000

Form (120)    /4/2094
130
Kusmita Herti
                  100.000

Form (121)    /4/2095
131
Ha Rizky
                  100.000

Form (122)    /4/2096
132
Sodikin
                  100.000

Form (123)    /4/2097
133
Nur Wakhid
                    50.000

Form (124)    /4/2098
134
Miskatun Nupus
                  100.000

Form (125)    /4/2099
135
Herlinawati
                  100.000

Form (126)    /4/2100
136
M Syaifudin Azis
                    50.000

Form (127)    /4/2101
137
Nur Widawati
                  100.000

Form (128)    /4/2102
138
M Ilham Nur
                    85.000

Form (129)    /4/2103
139
Rahmatul J
                  100.000

Form (130)    /4/2104
140
Satidra
                    50.000

Form (131)    /4/2105
141
Jamiatul W
                    50.000

Form (132)    /4/2106
142
Gazali Rahman
                  200.000

Form (133)    /4/2107
143
M Zainudin Mutaqin
                  150.000

Form (134)    /4/2108
144
Nurul Hidayati
                  150.000

Form (135)    /4/2109
145
Husnul Azizah
                  100.000

Form (136)    /4/2110
146
Amir Husin
                  300.000

Form (137)    /4/2111
147
Lena
                  100.000

Form (138)    /4/2112
148
Normiyati
                  100.000

Form (139)    /4/2113
149
Kuryani
                  100.000

Form (140)    /4/2114
150
Rabiatul Adawiyah
                  200.000

Form (141)    /4/2115
151
Burni
                  300.000

Form (142)    /4/2116
152
M Iswadi
                  100.000

Form (143)    /4/2117
153
Hamoanah
                  100.000

Form (144)    /4/2118
154
Nur Hidayah
                    50.000

Form (145)    /4/2119
155
Rani Yuliani
                  150.000

Form (146)    /4/2120
156
Norma Yani
                  100.000

Form (147)    /4/2121
157
Indri Nur G
                  100.000

Form (148)    /4/2122
158
Erna
                  100.000

Form (149)    /4/2123
159
Barnie
                  100.000

Form (150)    /4/2124
160
Mustafa Ismail
                  100.000

Form (151)    /4/2125
161
Mariani
                  100.000

Form (152)    /4/2126
162
Halimah
                  100.000

Form (153)    /4/2127
163
Agustina
                  100.000

Form (154)    /4/2128
164
Abdul Wadud
                  100.000

Form (155)    /4/2129
165
Rini Supriyati
                  100.000

Form (156)    /4/2130
166
Patwi Wati
                  100.000

Form (157)    /4/2131
167
Piawati
                  100.000

Form (158)    /4/2132
168
Sapnianti
                  200.000

Form (159)    /4/2133
169
Umi Nimatul B
                  100.000

Form (160)    /4/2134
170
Romatus Sholikhah
                  100.000

Form (161)    /4/2135
171
Sri Wahyuni
                  100.000

Form (162)    /4/2136
172
Nora Miyati
                  100.000

Form (163)    /4/2137
173
Ika Puspita Sari
                  100.000

Form (164)    /4/2138
174
Purnomo
                  100.000

Form (165)    /4/2139
175
Fadliansyah
                  200.000

Form (166)    /4/2140
176
Jumidah
                  100.000

Form (167)    /4/2141
177
Farida Aryani
                  100.000

Form (168)    /4/2142
178
Mahdalena
                  100.000

Form (169)    /4/2143
179
Muchsin
                  100.000

Form (170)    /4/2144
180
Budi Yani
                  100.000

Form (171)    /4/2145
181
Johansyah
                  100.000

Form (172)    /4/2146
182
Humaini
                    50.000

Form (173)    /4/2147
183
M Habul Buniono
                  150.000

Form (174)    /4/2148
184
M Rifa'i
                  150.000

Form (175)    /4/2149
185
Aziz
                  100.000

Form (176)    /4/2150
186
Sri ani Anita
                  100.000

Form (177)    /4/2151
187
Iin Sugiarti
                  100.000

Form (178)    /4/2152
188
Siti Maudiah
                  100.000

Form (179)    /4/2153
189
Siti Aisyah
                  100.000

Form (180)    /4/2154
190
Juraidah
                  200.000

Form (181)    /4/2155
191
Misprianto
                  100.000

Form (182)    /4/2156
192
Misransyah
                  100.000

Form (183)    /4/2157
193
Ahmad Ridho Ardiansyah
                    50.000

Form (184)    /4/2158
194
Ahmad Jaini
                  150.000

Form (185)    /4/2159
195
Evi Wulandari
                  100.000

Form (186)    /4/2160
196
Mufidah Umaroh
                  100.000

Form (187)    /4/2161
197
Salmi
                  100.000

Form (188)    /4/2162
198
Rusdiana
                  100.000

Form (189)    /4/2163
199
Hamba Allah
                  200.000

Form (190)    /4/2164
200
Agung Jaya J S
                  150.000

Form (191)    /4/2165
201
Toyota
                  500.000

Form (192)    /4/2166
202
Nurul Oktaviani
                  100.000

Form (193)    /4/2167
203
Siti Saudah
                  100.000

Form (194)    /4/2168
204
Tiono
                  100.000

Form (195)    /4/2169
205
Yuli
                  100.000

Form (196)    /4/2170
206
Fonika
                  100.000

Form (197)    /4/2171
207
Bayu Andri P
                    50.000

Form (198)    /4/2172
208
Morris
                    50.000

Form (199)    /4/2173
209
Nurul Hayati
                  100.000

Form (200)    /4/2174
210
Nursanti Mutiah
                  100.000

Form (201)    /4/2175
211
Wiwik Anggreanti
                  100.000

Form (202)    /4/2176
212
Umiyati
                  100.000

Form (203)    /4/2177
213
Syahril
                  150.000

Form (204)    /4/2178
214
Zairul Rahim
                  150.000

Form (205)    /4/2179
215
Eka Rusmiati
                  200.000

Form (206)    /4/2180
216
Abdul Kadir
                  100.000

Form (207)    /4/2181
217
Arsyad
                  100.000

Form (208)    /4/2182
218
Nurlim
                  100.000

Form (209)    /4/2183
219
Wahib Anwar
                    50.000

Form (210)    /4/2184
220
Syahrul
                  150.000

Form (211)    /4/2185
221
Masruni
                  150.000

Form (212)    /4/2186
222
Yati S
                  150.000

Form (213)    /4/2187
223
Yeni
                  100.000

Form (214)    /4/2188
224
Ahmad Ravi
                  100.000

Form (215)    /4/2189
225
Sewa Tenda dan Air Minum

               1.300.000

226
Konsumsi

            10.500.000

227
Tumpeng

                  500.000

228
Cindramata

               1.000.000

229
Dekorasi

                  300.000

230
Konsumsi Panitia

                  200.000

231
Bensin

                  250.000

232
Gorengan

                  100.000

233
Isi Staples Tembak

                    50.000

234
Air Mineral Gelas

               1.000.000

235
Akomodasi Panitia

                  200.000

236
Kurnain
            10.000.000


237
Siaran Ke RPK

                  250.000

238
Siaran ke Studio 9

                  250.000

239
Pelatih Tari dan Nyanyi

                  300.000

240
Sewa Elekton

                  200.000

241
Konsumsi Angkat Kursi

                  100.000

242
Honor Petugas Dishub

                  200.000

243
Reword untuk Panitia

               9.000.000

244
Biaya Pembuatan Laporan

                  200.000

245
Rapat Pembubaran Panitia

                  290.000

246




247




JUMLAH
            37.412.000
            27.372.000
Pendapatan - Pengeluaran
SALDO/SELISIH
                      10.040.000
LAPORAN DANA LELANG
No
Keterangan
 Penerimaan
 Pengeluaran
Saldo
1
Pendapatan
            16.000.000


2
Perbaikan Wc Masjid

            11.000.000

Jumlah
            16.000.000
            11.000.000
Pendapatan - Pengeluaran
Saldo/Selisih


                        5.000.000





DOKUMENTASI REUNI AKBAR DAN MILAD KE-40
PONDOK PESANTREN KARYA PEMBANGUNAN RIBATHUL KHAIL
TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA KALTIM
TAHUN 2016























































































































Thursday, July 14, 2016

BEBASKAN PALESTINA, SEKARANG !!!


Di tahun sebelumnya didalam blog ini saya telah menulis “Teriakan Dunia Untuk Palestina” dan sekarang di judul baru ini agak lebih antagonis dan keras yaitu “Bebaskan Palestina, Sekarang !!!”.
I think, tak perlu dipertanyakan lagi bahwa kepada zionis Israel ataupun para penjajah kita tidak layak menggunakan kata yang sopan dan santun, walau mereka menjadi negara ilegal yang ber adidaya. Dimana negara – negara boneka tunduk dan patuh serta bersimpuh dihadapan mereka.
Negara ilegal Israel kini semakin menunjukkan arogansinya dengan mencegah utusan khusus PBB asal Indonesia untuk mengunjungi palestina, Bapak Makarim Wibisono bertugas untuk melakukan pemantauan situasi HAM yang ada di palestina yang dimana nantinya hasil dari pantauan tersebut dilaporkan ke Dewan HAM PBB di Janewa.
Persoalan palestina sudah banyak di gubris baik dari segi sejarah, kondisi sekarang dan bahkan ramalan – ramalan yang akan terjadi dimasa mendatang. Namun saat ini, yang perlu kita perhatikan adalah peran kita sebagai makhluk yang beragama dimana kita mempelajari kedamaian hidup, peran kita sebagai makhluk yang berbangsa dimana kita pernah terjajah selama + 350 Tahun, peran kita sebagai makhluk yang mempunyai humanity (pri kemanusiaan) dimana kita lebih peka ketika melihat kucing dan anjing yang terluka daripada tetesan darah saudara kita dipalestina.
Saya meyakini di hati kecil umat manusia yang ada di Indonesia merasa tidak rela akan kejahatan yang terjadi dipalestina, rakyat indonesia yang ramah pasti tidak menyukai perbuatan rezim zionis yang membuat anak – anak kecil menjadi yatim – piatu, ibu – ibu menjadi janda dan orang tua kehilangan buah hatinya. Namun kadang kita tidak tau untuk berbuat apa dan bagaimana agar kita bisa berperan dalam meringankan penderitaan saudara kita dipalestina. Saat ini saya sampaikan bahwa jika kita tidak mampu memberi mereka dengan fasilitas maka berilah mereka dengan sesuatu yang sederhana yaitu Doa, lalu tanamkan didalam diri kita dan di proklamirkan di dunia nyata sikap keberpihakan kita pada Rakyat Palestina, karena hal ini mengikis kemunafikan yang telah menyelimuti jiwa raga kita.

Menyinggung kejadian syahru Ramadhan yang lalu ada berbagai opini dari kaum – kaum munafik yang membuat propaganda dengan isu – isu sektarian bahwa yang melaksanakan Demonstrasi, pawai dan orasi didepan umum pada jum’at terakhir dibulan Ramadhan yang disebut Yaumul Quds International (Hari Al-Quds Dunia) adalah orang – orang syiah dan secara tegas mereka mengatakan bahwa syiah adalah mazhab kafir dan melakukan pembelaan terhadap palestina hanya pencitraan. Bagi saudara – saudara yang terus merefresh informasi Internatioal dan mempunyai akal yang masih sehat tentunya tau bahwa isue – isue tersebut adalah kebohongan yang nyata. Inilah dajjal bentuk baru yang menawarkan surga namun sebenarnya neraka dan mengatakan neraka yang sebenarnya adalah surga.

Membela palestina adalah surga dan mendapat nilai yang baik di mata Tuhan sebagaimana Firman Allah : “Sebaik – baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya”.  Tapi dengan berbagai fitnah yang ada mereka (kaum munafik) membuat seolah – olah gerakan yang di ikuti oleh Muslim sunni dan syiah, aktivis HAM Internasional, Umat Nasrani bahkan orang - orang yahudi (diluar rezim zionis) adalah buatan orang – orang Syiah. Kalaupun benar lantas mengapa ? apakah anda terusik atau jangan – jangan anda pembela Zionis ?
Kekeliruan berfikir saat ini yang terjadi dikalangan masyarakat adalah hanya melihat dengan sekilas persoalan, atau hanya melihat cover (permukaan) permasalahan dan melupakan essensi (isi,inti) dari persoalan sehingga mudah terombang – ambing dengan isue – isue murahan dan Alhamdulillah kaum – kaum Intelektual selalu melakukan konfirmasi (tabayyun) terhadap peredaran berita manja.
Dalam ketidak pastian berita yang beredar dikalangan masyarakat tentang palestine, Negara Kesatuan Republik Indonesia tampil dengan gagah berani dan konsisten melawan real kolonialisme dengan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia – Afrika di jakarta dan bandung pada tanggal 19 s/d 24 April 2015 yang diikuti sebanyak 89 kepala negara/pemerintahan dari 109 negara di kawasan Asia dan Afrika, 17 negara pengamat dan 20 organisasi internasional, dan 1.426 perwakilan media domestik dan asing. Ada 3 dokumen kesepakatan yang dihasilkan oleh KAA tersebut diantaranya adalah deklarasi kemerdekaan palestina.
Keberpihakan yang nyata dari era Ir. Soekarno hingga era Ir. Joko Widodo adalah wujud konsistensi Bangsa Indonesia dalam membela bangsa Agung Palestina dan melawan bangsa ilegal israel. Kita patut bersyukur hidup di Negara ini yang tidak seperti Negara – negara lain yang mayoritas Arab menggadaikan kehormatannya dengan membuka kedutaan – kedutaan israel di negara mereka yang secara automatic (otomatis) mendukung rezim penjajah yang jahat.
Kita wajar bangga kepada Republik ini ketika Rakyat Palestina mengatakan bahwa kita adalah Negeri surga dan Negerinya para Dermawan yang patut dicontoh Negara – negara lainnya.
Berkat kuasa Tuhan Yang Maha Esa dan upaya dari Negara Indonesia dan Negara – Negara pemberani dan tentunya upaya kersa Rakyat Palestina pada tanggal 30 Desember 2015 lalu diselenggarakannya pengibaran Bendera Palestina di kantor pusat PBB yang membuktikan bahwa upaya pembebasan Al-Quds dan perjuangan Bangsa Palestina mempunyai kemajuan yang signifikan.
Di akhir tulisan ini saya ingin sampaikan bahwa peringatan Yaumul Quds International, Upaya Pemerintah, seniman – seniman musik dan doa – doa kita untuk Rakyat Palestina telah berbuah manis dan tidaklah sia – sia. Namun hal ini belum cukup dan harus kita tingkatkan lagi sampai pada 100%  bebasnya kiblat pertama umat Islam.

Long Life Palestine...
Freedom for Palestine...

Down Amerika..!!!
Down Israel... !!!

Down Colonialism..!!!

Friday, June 10, 2016

Pemuda Muslim di Bulan Ramadhan Al –Karim


Mengawali tulisan ini marilah kita brsama – sama menyimak Khutbah Nabi Muhammad Saw menjelang datangnya bulan Ramadhan yang diriwayatkan oleh sepupu sekaligus menantunya yaitu Sayidina Ali Bin Abi Thalib KW yang berbunyi ;
“ Wahai manusia, sesungguhnya telah datang pada kalian “Bulan Allah” yang penuh berkah, rahmat dan maghfirah yaitu bulan yang disisi Allah lebih mulia dari bulan – bulan lainnya, hari – harinyapun lebih utama dari hari – hari (dibulan) lainnya, malam malamnya lebih utama dari malam – malam biasa, detik – detiknya pun lebih utama dari detik – detik dibulan lainnya. Dimana, pada masa – masa itu kalian diundang dalam sajian dan jamuan ilahi dan kalian dijadikan tamu istimewa dihadapan-Nya. Nafas – nafas yang kalian hembuskan (dibulan ini) sama degan ucapan “tasbih” tidur kalian, tidur yang kalian lakukan adalah ibadah, amal – amal kalian akan ditrima disisi-Nya, doa – doa yang kalian panjatkan akan dikabulkan oleh-Nya. Maka, mintalah pada Tuhan kalian dengan ketulusan niat serta kesucian hati agar dianugerahkan kesuksesan dalam menjalankan ibadah puasa dibulan ini dan juga dalam membaca kitab suci Al-Quran. Sesungguhnya hanya orang yang sangat ‘Celaka dan Durjana’ sajalah (ketika Bulan yang mulia ini berlalu) sedangkan dia tidak mendapat ‘Ampunan Tuhannya’. Ingatlah ketika kalian lapar dan dahaga tentang bagaimana lapar dan dahaganya (kelak) dihari pembalasan, perbanyaklah kalian bersedekah pada Fakir Miskin di antara kalian, hormatilah orang – orang tua diantara kalian, sayangilah anak – anak yang lebih muda, sambung tali silaturahmi,jagalah lidah – lidah kalian dari ketergelinciran, palingkanlah penglihatan kalian dari apa – apa yang diharamkan untuk di lihat, juga bagi yang tak patut didengar oleh telinga – telinga kalian. Berbelas kasihlah pada anak – anak yatim oranga lain, agar anak – anak kalian (kelak) mendapat perlakuan yang sama dari orang, bertaubatlah kalian dari dosa yang kalian pernah perbuat, angkatlah kedua tangan kalian sambil memunajatkan doa – doa di setiap shalat – shalat kalian, karena pada saat – saat seperti itu, Allah Swt senantiasa melimpahkan cucuran Rahmat pada hamba – hamba Nya. Dia Allah akan menjawab ketika diminta, menyambut ketika diseru dan akan mengkabulkan permohonan ketika hamba – hamba-Nya berdoa. Wahai Manusia, sesungguhnya jiwa – jiwa kalian tergadai oleh amal perbuatan kalian, maka lepaskanlah belenggu itu dengan istighfar – istighfar kalian. Pundak – pundak kalian telah berat menanggung beban (dosa-dosa), maka ringankanlah beban tersebut dengan memperlama sujud – sujud (disetiap shalat) kalian. Ketahuilah, Wahai Manusi,  sesungguhnya Alaah yang Maha Tinggi tlah bersumpah demi keagungan dan kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan menyiksa (di hari pembalasan kelak) hamba-hamba-Nya yang senantiasa melaksanakan shalat dan bersujud kaepada-Nya dan pula si hamba, tidak akan dibayang – bayangi rasa ketakutan pada Api Neraka ketika semua manusia menghadap memenuhi panggilan-Nya. Wahai Manusia, Barangsiapa diantara kalian memberi makan (menjamu) seorang mukmin yang (hendak berbukan puasa) dibulan suci ini, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak serta akan mendapatkan “pemutihan” dari dosa-dosa yang pernah dilakukan. Salah seorang yang hadir kala itu berkata : “ wahai Rasulullah, tidak semua dari kami mampu melakukan hal seperti ini (dalam menjamu bagi yang akan berbuka puasa)”. Rasulullah Saw menjawab : “ selamtkan dirimu dari Api Neraka walaupun dengan sebiji kurma. Bebaskan dirimu dari Api Neraka walaupun dengan seteguk air.  Wahai manusia, barang siapa diantara kalian yang berprilaku (Akhlak) mulia dibulan ini, niscaya dia akan sangat mudah melintasi shiratal Mustaqim, dimana pada saat – saat seperti itu semua kaki akan mudah tergelincir diatasnya. Barangsiapa yang meringankan tugas seorang hamba (seperti pembantu rumah tangganya, karyawan, dsj) dibulan ini, Niscaya Allah akan meringankan pula dosa-dosa timbagnan hitungan amalnya, barangsiapa yang menahan diri dari perbuatan jahat pada orang lain dibulan ini, niscaya Allah akan menahan  “Amarah Murka Nya” di saat si hamba berhadapan dengan-Nya, Barangsiapa memuliakan (menyantuni) anak yatim dibulan ini, Maka Allah akan memuliakannya tatkala si hamba berhadapan dengan-Nya. Barang siapa menyambung tali persaudaraan dengan bersilaturahmi dibulan ini, niscaya Allah akan mencucurkan Rahmat-Nya pada saat si hamba berhadapan dengan Nya. Barang siapa yang memutuskan tali persaudaraan di bulan ini niscaya Allah akan memutuskan limpahan Rahmat-Nya ketika si hamba berhadapan dengan Nya. Barng saiapa yang mengisi hari dan malamnya dengan shalat – shalat Sunnah maka Allah akan mencegah dia dari jilatan Api Neraka. Barang siapa yang menunaikan satu ibadah Fardhu (wajib) dibulan ini, maka pahalanya akan sama degan dia menunaikan 70 (tujuh puluh) ibadah fardhu dibulan lainnya.  Barang siapa yang memperbanyak shalwat padaku dibulan ini, niscaya Allah akan memperberat timbangan amal (bail)nya, pada saat dimana neraca – neraca  (amal baik) menjadi ringan. Barang siapa yang membaca satu ayat dari Al-Quran di bulan ini maka pahalanya akan sama dengan dia menghatamkan Al-Quran di bulan lain. Wahai manusia, sesungguhnya di bulan ini pintu – pintu surga dibuka oleh karena itu mintalah kalian pada Allah agar tidak menutupinya untuk kalian kelak, pintu – pintu Neraka di bulan ini ditutup maka memohonlah pada Tuhan kalian agar tidak membukanya untuk kalian kelak, setan – setan di bulan ini dibelenggu, maka mintalah pada Tuhan kalian agar jangan diberikan kesempatan padanya hingga dapat menguasai jiwa – jiwa kalian. Lalu, Sayidina Ali bin Abi Thalib Kw berdiri dan bertanya : “ Wahai Rasulallah, apakah amal yang paling mulia dan Afdhol di bulan ini?”. Rasulullah Saw menjawab : “Wahai Abal Hasan (Ali bin Abi Thalib), Amal paling mulia dan afdhal dibulan ini adalah menjaga diri dari perkara – perkara yang diharamkan oleh Allah”.
Alhamdulillah kita diberikesempatan untuk bertemu Bulan yang penuh berkah ini. Writer mengucapkan selamat melaksanakan Ibadah Puasa bagi umat muslim dimanapun saudara berada, dan selamat menjalankan amalan – amalan serta aktifitas – aktifitas lainnya.
Diantara kita semua mungkin sudah banyak mendengar hadits – hadits dan apa – apa saja yang disunahkan oleh Pendiri Agama ini yaitu Rasulullah Saw tentntang keutamaan – keutamaan bulan suci Ramadan Al – Karim, sebagaimana khutbah Nabi diatas begitu banyak hikmah – hikmah, anjuran – anjuran dan nasihat – nasihat yang bisa kita ambil dalam menjalankan ibadah kita. Oleh karenanya perlu adanya sebuah penalaran – penalaran yang bisa kita jadikan spirit atau motivasi dalam menjalankannya.
Euforia  menyambut kedatangan bulan ini begitu semarak di berbagai belahan dunia, kebahagian umat muslim terlihat dari berbagai ekspresi yang dikeluarkan baik yang bersifat positif dan tak jarang yang menuai kontroversi. Dari shalat tarawih berjamaah hingga membangunkan orang untuk sahur, dari buka puasa bersama hingga sahur bersama, dari tadarus bersama hingga tadarus dalam kesendirian. Aktifitas – aktifitas ini lazin dan menjadi tradisi Umat muslim khususnya di Indonesia, ada berbagai macam cemoohan di sosial media yang kerap kali jadi sorotan publik mengenai remaja kita yang selfie saat terawih dan disebut ada unsur riya’ didalamnya, pemuda yang membangunkan sahur dengan musik – musik yang keras dan cendrung menggangu waktu istirahat, speaker mushola dan masjid yang 24 jam nonstop juga hingga saat ini menjadi perbincangan,
Ada sebuah nilai positif dan nilai negatif yang kita sendiri bisa memilahnya. Namun pada saat ini yang menajadi perhatian kita adalah bagaimana generasi muda menjalankan ibadahnya. Ada sebuah gerakan terstruktur dan sistematis yang membuat sebagian besar dari kita lalai dan melewatkan bulan ini dengan sia – sia. Gerakan individualistik yang menyerang pola berfikir generasi kita sehingga membuat apatis atau tidak perduli dengan lingkungan sosial, padahal salah satu alasan berpuasa adalah bagaimana kita bisa merasakan yang orang lain bisa rasakan ketika mereka tidak mempunyai apa – apa untuk dimakan.
Momentum bulan suci ramadhan adalah sarana kita untuk meningkatkan keta’atan kita kepada Sang Pencipta dengan limpahan peluang pahala dan pengampunan dari-Nya. Selayak sebagai generasi muda umat Islam yang mempunyai spirit yang tinggi dan rasa ingin tahu yang menggebu – gebu terus mencari nila – nilai atau memakrifati ke Angungan dan ke Esa an Tuhan dengan mengadakan majelis ilmu, karena dengan adanya majelis yang bernuansa keilmuan akan memberikan pencerahan bagi kita untuk membuka ruang – ruang baru dalam menggali potensi yang ada di diri kita. Di bulan ini pula kita berikan anugerah waktu yang panjang dan mulia di hadapan Tuhan untuk melakukan amalan – amalan yang membuat hati kita menjadi lembut dan peka dalam menjalankan kehidupan sehari – hari.
Penambahan pemahaman pengetahuan dan kelembutan hati akan membentuk sebuah pribadi baru yang mempunyai mentalitas yang baik untuk menjawab tantangan zaman. Penyegaran diri setelah ditempa di bulan ini akan menjadi butiran baru yang akan menghantarkan kita pada kualitas pekerjaan, passion, hobby dan karya yang kita buat.  
Selain itu dengan adanya mentalitas yang baik tentunya akan membentuk Pola fikir yang baru dalam menanggapi kondisi kemuanusiaan yang ada dilingkup global yang hinggga saat ini belum terpecahkan karena absennya kita dalam pengetahuan internazionalism, ketika kita telah merasa kenyang saat berbuka puasa maka kita merasakan pula indahnya kemerdekaan dari rasa lapar. Hal ini selayaknya juga menjadi perhatian  kita akan Kemerdekaan Bangsa Palestine yang hingga saat ini belum berbuka dari keterjajahan, mereka berpuasa selama puluhan tahun, mencari pembela dan melawan penjajah dengan senjata seeadanya. Saat ini mungkin kita belum bisa berbuat apa – apa untuk berkonstribusi secara langsung terhadap mereka yang menderita, namun munculnya rasa empati kita adalah sebuah kemajuan yang baik sehinggga dengan itu kita terus menus meningkatkan peran kita untuk membantu mereka yang tertindas. Kita diingatkan kembali dengan apa itu dijajah dan apa itu penjajah, mana yang menjadi teman dan siapa yang jadi lawan.
Pemuda muslim haruslah menjadi pelopor dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan keagamaan...
Pemuda muslim hendaknya unggul dalam kegiatan sosial.....

Karena yang dibutuhkan dalam perjuangannya bukanlah modal materinya melainkan modal spiritnya dan hal itu hanya dimiliki kaum muda....

Thursday, June 2, 2016

Pancasila Sakti : Melawan Narkoba dan Radikalisme


Setiap Negara yang ada didunia ini pasti mempunyai falsafah atau prinsip dasar yang menjadi azas bagi negara tersebut untuk membangun bangsanya. Biasanya falsafah itu diambil dari historis dan karakteristik bangsa yang diambil untuk menjadi spirit bagi rakyatnya untuk menjalankan kehidupannya dengan mengakomodir budaya, ras, suku, adat istiadat dan berbagai kepercayaan.
Tahun 1945, adalah momentum bagi Bangsa Indonesia dalam melakukan sebuah revolusi kemerdekaan yang menggetarkan dunia, bahkan tidak sedikit bangsa – bangsa Asia yang mengikuti jejak untuk memerdekakan Negaranya dan melawan para kolonialisme. Sebelum tanggal 1 Juni 1945 para funding father kita ditanya mengenai asas Negara yang akan merdeka ini, lalu pada tanggal itulah Ir. Soekarno mengutarakan filosofi dari Negara ini, simak pidato beliau :
Selama tiga hari berturut-turut sudah banyak yang berpidato, tetapi yang diutarakan bukan yang diperlukan BPUPKI, yaitu dasar Negara. Apa arti merdeka?  Merdeka merupakan suatu kemandirian politik. Jangan terlalu “jlimet” mengartikan merdeka, jangan harus ada ide ini dan itu. Saudi Arabia merdeka ketika lebih dari 80 % rakyatnya buta huruf. Kemerdekaan itu bagai jembatan dan di seberang jembatan. Itulah prinsipnya, kita sempurnakan masyarakatnya. Jangan gentar dan jangan jlimet memikirkan harus ada ini dan itu baru merdeka, tapi kita harus merdeka sekarang, sekarang dan sekarang.
Uni Soviet, Saudi Arabia dan Amerika Serikat ternyata sanggup mempertahankan kemerdekaannya. Apabila kemerdekaan dibandingkan dengan perkawinan , aa yang berani lekas kawin , ada yang takut, ada yang harus tunggu punya rumah dan sebagainya baru kawin. Saudara kita si Marhaen berani kawin walaupun Cuma punya satu tikar dan gubug. Kita sekarang mau merdeka atau tidak!
Di dalam Indonesia merdeka, barulah kita memerdekakan rakyat kita satu per satu. Di dalam Indonesia merdeka kita sehatkan dan sejahterakan rakyat kita. Kalau kita sudah bicara tentang merdeka, kita bicarakan mengenai dasar, philosophische grondslag, weltanschaung (dasar Negara). Hitler mendirikan Jerman di atas national sozialitische weltanschaung. Lenin mendirikan uni Soviet dengan Marxistische, Nippon mendirikan Dai Nippon di atas Tenno Koodoo Seishin. Ibnu, yaitu Islam Saud mendirikan Saudi Arabia diatas dasar agama.
Weltanschaung harus kita bulatkan dulu sebelum Indonesia merdeka dan para idealis di dunia bekerja mati-matian untuk menyusun dan merea merealisasikan weltanschauung mereka. Lenin mendirikan Uni Soviet dalam 10 hari di tahun 1917, tetapi weltanshaung nya sudah dipersiapkan sejak 1895. Adolf Hitler berkuasa pada tahun 1935, tetapi weltanschaungnya sudah dipersiapkan sejak 1922. Dr. Sun Yat Sen mendirikan Negara Tiongkok pada tahun 1912, tapi weltanshaungnya sudah dipersiapkan sejak 1985 yaitu San Min Chu I.
1.      Kebangsaan
Kita tidak mendirikan Negara buat satu orang, satu golongan, tetapi buat semua sehingga dasar pertama untuk Negara Indonesia adalah dasar Kebangsaan. Kita mendirikan suatu Negara kebangsaan Indonesia, dasar kebangsaan bukan kebangsaan dalam arti sempit. Kita bukan Cuma membicarakan bangsa, melainkan juga tanah airnya. Rakyat Minangkabau yang ada dimana-mana merasakan “kehendak akan bersatu” walaupun Minangkabau hanya sebagian kecil dari nusantara, demikian juga masyarakat Jogja, Sunda dan Bugis. Nationale staat meliputi seluruh wilayah Indonesia yang merupakan wilayah kesatuan. Dalam sejarah kita Cuma dua kali mengalami nationale staat yaitu di masa Sriwijaya dan Majapahit. Di masa Mataram memang merdeka tapi tidak nationale staat. Orang Tiongha klasik tidak mau kebangsaan karena mereka memeluk paham Kosmopolitisme, tetapi untung ada Dr. Sun Yat Sen yang mengubah paham tersebut.
1.      Internationalisme
Dasar kebangsaan ada bahayanya, yaitu dapat menimbulkan chauvinism yang bias mengarah pada uber alles. Kita cinta tanah air yang satu, merasa berbangsa satu dan punya bahasa satu, tetapi Indonesia hanya satu bagian kecil dunia. Kita akan mendirikan Negara Indonesia merdeka sekaligus menuju pada kekeluargaan bangsa-bangsa, internationalisme tidak berarti kosmopolisme yang meniadakan bangsa. Internasionalisme tidak dapat hidup subur bila tidak berakar di bumi nationalisme , sedangkan nationalisme tidak dapat hidup di taman sarinya internationalisme. Prinsip pertama dan kedua saling bergandengan.
c. Mufakat, Perwakilan dan Permusyawaratan
Kita tidak mendirikan Negara untuk satu orang, stau golongan, tetapi semua untuk semua , satu buat semua, semua buat satu, dan agar Negara menjadi kuat perlu permusyawaratan perwakilan. Untuk pihak islam, inilah tempat terbaik untuk memelihara agama. Dengan cara mufakat kita pebaiki semua hal yang bersangkut paut agama. Golongan agama dapat memanfaatkan dasar ini untuk memperjuangkan kepentingannya.
d. Kesejahteraan Sosial
selama tiga hari belum terdengar prinsip kesejahteraan, prinsip tidak ada kemiskinan di Indonesia. Apakah kita mau merdeka dengan kaum kapitalis merajalela ataukah rakyatnya yang sejahtera. Di Eropa dan Amerika ada badan perwakilan, tetapi nyatanya kapitalis merajalela di sana. Demokrasi yang kita perlukan bukanlah demokrasi Barat, melainkan demokrasi yang memberi penghidupan, yaitu demokrasi politik ekonomi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial.
Kita mengenal cerita Ratu Adil dimana rakyat miskin berjuang dan menciptakan dunia baru yang lebih sejahtera yang dipipin oleh Ratu Adil. Kita tidak saja memiliki politik, tetapi juga persamaan ekonomi yang mampu mendatangkan kesejahteraan rakyat. Badan permusyawaratan kita bukan saja badan permusyawaratan politik demokrasi melainkan juga mewujudkan dua prinsip yaitu politiche rechtvaadigheid dan sosiale rechtvaadirgheid. Dalam badan permusyawartan kita membicarakan segaa hal, termasuk urusan kepala Negara. Diharapkan semua kepala Negara harus dipilih an Negara bukan monarki.
e. Ketuhanan
Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi setiap orang Indonesia hendaknya bertuhan dengan Tuhannya sendiri. Hendaknya rakyat bertuhan secara kebudayaan, dengan tiada egoisme agama. Marilah kita jalankan agama secara berkeadaban, saling menghormati. Ketuhanan yang berbudi pekerti luhur.
Kelima dasar ini tidak dinamakan Pancadharma karena dharma berarti kewajiban, sedangkan kita saat ini membicarakan dasar. Kelima dasar ini dinamakan Pancasila karena sila berarti asas atau dasar. Jika tidak ada yang senang, angka lima dapat diperas. Kebangsaan dan internasionalisme kebangsaan serta peri kemanusiaan diperas menjadi socio nasionalisme. Demokrasi dan kesejahteraan diperas menjadi satu menjadi sosio demokrasi dan tinggal ketuhanan yang saling menghormati.
Dari lima tinggal tiga, yaitu sosio nasinalisme, sosia demokrasi dan ketuhanan. Ketiga dasar ini dinamakan Trisila. Jika tidak senang dengan angka tiga dan minta satu dasar ada kata Indonesia yan tulen yaiu gotong royong. Negara Indonesia yang kita dirikan harus berdasarkan gotong royong dan dasar yang satu ini dinamakan Ekasila.


Tidak ada satu pun dasar Negara yang menjelma menjadi realitas tanpa perjuangan. Jika ingin merealisasikan Pancasila , perlu perjuangan. Dengan berdirinya Negara Indonesia tidak berarti perjuangan selesai. Justru kita baru memulai perjuangan, tetapi sifat dan coraknya lain. (DP/ materi lemhanas)
Dari pidato tersebut maka dirumuskanlah kalimat – kalimat dari saripati bangsa ini dengan nama PANCASILA yang artinya Lima Prinsip atau azas. Lima azas tersebut adalah :

1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaa yang adil dan beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan/perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

Indonesia tidak henti – hentinya mendapatkan berbagai serangan baik secara internal maupun secara eksternal. Dan serangan yang paling berbahaya adalah serangan yang tidak disadari oleh masyarakatnya yaitu serangan budaya. Adanya serangan membuktikan adanya perang dan perang yang berlangsung diera kekinian adalah War of Culture (Perang Budaya). Di era digital ini akses – akses informasi dengan menggunakan teknologi sangat mudah tertancap di fikiran masyarakat dunia. Setiap negara mempunyai cara untuk menghegemoni atau mempengaruhi negara – negara lainnya, bukti dari adanya perang budaya adalah dilihat dari apa yang saat ini ditonton oleh anak – anak muda kita. Jepang mempopulerkan anime (Film Kartun) yang mampu mempengaruhi anak muda kita untuk membuat kresi cosplay ala jepang, Korea menghamburkan Drama – drama korea sehingga anak muda kita sensitif dan cendrung baper (bawa perasaan) serta K.Pop yang mengajak anak – anak gadis kita untuk menonjolkan paha – paha mereka, Amerika mempromosikan film – film kepahlawanan, brutalisme, hubungan sesama jenis, tentang kebiasaan untuk mengkonsumsi ganja dan lain – lain.

Anda bisa menyimpulkan sendiri hegemoni – hegomoni yang hadir di sekeliling kita dan perlu saya tekankan bahwa hal ini tidak bisa kita bendung dengan kemampuan kita saat ini. Kecuali anda bisa memutus akses internet di Indonesia dan itu kontra produktif karena ketika kesukaan orang terhadap sesuatu itu diputus maka akan membuat mereka mencari dan lebih kuat untuk menyukai sesuatu tersebut. Saya anggap hal itu sah – sah saja jika anak muda sekarang dimana budaya tersebut mengangkat sisi positif dalam proses pemberian pengetahuan serta wawasan. Namun yang harus kita siapkan adalah membuat para generasi kita sadar akan realita kehidupan berbangsa dan bernegara dengan membuat mereka mencintai bangsa ini.

Tentang serangan yang paling berbahaya saat ini yang membuat generasi bangsa hidup dalam kekosongan visi dan nurani adalah serangan fisik berupa Narkoba dan serangan Idiologis berupa Radikalisme (faham kekerasan atas nama agama).

1.     1.  Serangan menggunakan Narkoba

Indonesia darurat narkoba telah disampaikan oleh Preseiden Ir. Joko Widodo dengan memberikan hukuman mati kepada para pengedar asing dengan jumlah yang masal. Bukan hanya itu Kepala BNN Budi Waseso (Buwas) juga telah berusaha dengan keras untuk membongkar lembaga – lebaga hukum dan kepemerintahan yang terlibat dalam kasus narkoba. Anda bisa bayangkan setiap hari 50 orang Indonesia yang meninggal karena Narkoba dan anda bisa mengira-ngira berapa orang yang masih mencandu barang haram ini.

Dikampung – kampung, dikota - kota dan lingkungan anda, anda pasti tidak jarang mendengar kasus ini, bahkan hal ini menggerogoti pemuda, teman dan keluarga kita. Narkoba mempunyai zat yang bisa membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi mabuk dan membuat ketagihan sehingga ketika dosis yang dikonsumsi oleh pecandu tidak ada maka mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, baik itu mencuri, merampok, dan melakukan kegiatan – kegiatan kriminalitas lainnya. Mereka akan kehilangan rasionalitasnya (akal sehat) yang siap memangsa bagai predator yang menerkam mangsa. Orang – orang yang hidup dengan narkoba akan membentuk komunitas untuk menikmati narkoba yang mereka peroleh secara bersama – sama dengan membuat kultur kehidupan bebas sebebas – bebasnya (seks bebas, dugem, pesta narkoba dll) tanpa mengindahkan norma – norma kehidupan bermasyarakat.

Di kalangan masyarakat terutama anak muda yang mengidap virus narkotika dan zat adektif beranggapan bahwa anak kekinian tidak gaul jika tidak mengkonsumsi barang jahat tersebut. Mereka juga menjadikan narkoba sebagai life style dengan iming – iming untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mereka mampu bekerja diatas maksimal jam kerja namun mereka tidak melihat efek buruknya.

Kadang kita di Indonesia dengan sikap ramah dan tamah selalu berfikir positif seolah – olah narkoba itu hadir dengan sendirinya tanpa berfikir bahwa ada pihak – pihak yang membuat dan mendistribusikannya ke Negara kita, sikap seperti ini bagi saya adalah sikap apatis bukan husnu su’udzon. Selayaknya kita peka (care) dalam melihat, berhubungan dan berkomunikasi dengan lingkungan kita sehari – hari dan yang terutama dengan keluarga serta kerabat – kerabat kita. Hal ini mempunyai pengaruh yang baik agar kita bisa mencegah perkembangan narkoba dan memberikan pemahaman akan bahaya narkoba bahkan bagi yang sudah mencandu bisa direhabilitasi agar tidak over dosis. Kadang kita melupakan hal – hal kecil yang berefek besar yaitu kebersamaan dan sosialisasi antar sesama manusia, karena sikap individualistik menghilangkan cinta dan skema yang dibuat oleh kapitlisme.

2.    Radikalisme (Faham Radikal/Intoleran)

Invasi yang tak kalah mengerikannya di bumi nusantara yang penuh keanegaragaman ini adalah sebuah transfer idiologi yang mengatas namakan Agama namun mengkafirkan kelompok lain tanpa ada tinjauan akademis dan nilai – nilai intelektual, orang – orang/kelompok inilah yang dinamakan kaum skriptualisme atau tekstual, mereka tidak memperdulikan hal – hal yang bersifat kontektual yang sebenarnya ada di teks (teks/kitab suci), bereka seperti mesin yang didikte/dikendalikan untuk membuat cheos (kacau) suatu tempat.

Anda mungkin sering memperhatikan di media – media sosial ada orang atau kelompok tertentu dengan gamblang dan sangat mudah mengkafirkan orang yang mengadakan kegiatan – kegiatan dengan nuansa kebudayaan dan tradisi pendahulunya, anda juga mungkin pernah melihat orang – orang yang mengaku bagian dari bangsa Indonesia namun berpola fikir rasis dan selalu berfikiran negatif tanpa ada alasan yang jelas mempengaruhi orang lain untuk berfikir sama dengan mereka. Mungkin dikalangan kita menyepelekan paahaman ini, namun yang harus kita sadari adalah faham seperti ini akan menggerus kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sadar atau tidak ada sebuah transformasi ideologi yang menginginkan bangsa kita menjadi bangsa bar – bar yang saling sikat, saling bunuh dan saling berpecah belah guna menyiapkan kepentingan – kepentingan kolonialisme. Saya meyakini ideologi ini hadir tidak mungkin tanpa sebab melainkan ada aktor intelektual yang “bermain” untuk memisahkan hubungan antar suku, daerah di bangsa kita agar dengan mudah Negara luar menyedot Sumber Daya Alam kita. Kita juga mungkin sudah belajar dari sejarah keterjajahan kita yang dimana pada zaman dahulu antar keluarga kerajaan dipecah belah dan terjadi civil war yang selanjutnya kolonialisme masuk, kita juga pasti mengingat bahwa dahulu kita blum bersatu yang membuat penjajah mudah untuk menaklukkan bangsa kita.

Ingat saudara – saudara sekalian sudah saatnya kita bangkit untuk berkonstribusi demi mempertahankan bangsa ini, marilah kita memulai dengan cara berfikir yang benar dalam melihat isue – isue yang berkembang dengan melihat fakta lapangan yang kejadiannya benar – benar ada, jangan mudah percaya dengan fitnah – fitnah yang berkembang menggunakan dalil agama. Marilah kita tingkatkan kewaspadaan kita terhadap gerakan – gerakan musuh kita yang sebenarnya yaitu Rezim Zionis. Karena saat ini satu – satunya negara yang menjadi penjajah dimuka bumi ini adalah Negara Ilegal Israel, merekalah yang membuat kekacauan di negara – negara lain agar bisa mengeruk keuntungan dengan fatnernya amerika dan Negara – negara Pengkhianat di Timur Tengah seperti Arab Saudi dll.

Diakhir tulisan ini saya ingin mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri sama seperti negara – negara lain berupa Asas yang kokoh yang menjadi saripati keseluruhan bangsa ini yaitu PANCASILA, Presiden pertama Republik ini Ir.Soekarno memaparkan pancasila bukan tidak mempunyai riset yang mendalam mengenai persoalan ini melainkan ada kajian yang dipelajari dari leluhur kita baik dimulai dari kerajaan Sriwijawa maupun kerajaan Majapahit. Maka sudah barang tentu kita yang menjadi generasi penerus yang melanjutkan perjuangan para pahlawan kita untuk senantiasa mempertahankan nilai – nilai  Pancasila didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menolak invasi (serangan) budaya luar baik Narkoba dan Radikalisme tau faham – faham negatif yang dibuat oleh Negara – Negara luar. Kita juga harus memahamkan anak – anak bangsa yang ada disekitar kita untuk selalu membangun peradaban dengan tidak mengesampingkan sesuatu yang menjadi jati dirinya yaitu ke khasan budayanya.