Thursday, June 12, 2014

IT dan Pendidikan




Pemanfaatan IT dalam Sektor Pendidikan


      A.    Definisi Ilmu Teknologi
Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan.
     B.     Ilmu Teknologi dan Pendidikan
Kemajuan sains dan teknologi yang diikuti dengan pembangunan di berbagai bidang turut mewarnai peradaban di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sains dan teknologi yang terus berkembang dengan pesat, berdampak pada berbagai perubahan sosial dan budaya. Perubahan – perubahan yang terjadi ditandai dengan derasnya informasi yang masuk dari berbagai belahan penjuru dunia. Sehingga informasi menjadi komoditi yang sangat berharga bagi kemajuan suatu bangsa pada umumnya.
Jika kita lihat kebelahan bumi bagian barat, nampak bahwa negara – negara yang maju di barat adalah negara – negara yang sumber daya manusianya menguasai informasi. Hal inilah yang telah menjadikan negara – negara tersebut menjadi negara adidaya dan adikuasa. Tak heran makanya negara – negara maju di barat, yang menguasai informasi, berhasil “menguasai dan mengendalikan” suatu negara yang masih terbelakang ataupun yang sedang berkembang, yang penguasaan terhadap informasinya masih minim. Tepat kiranya ungkapan yang menyatakan bahwa “mereka yang menguasai informasilah yang akan menguasai dunia ini”.
Melimpahnya informasi yang ada dari berbagai penjuru dunia yang terkumpul dalam sebuah jaringan internasional (Internet), tidak terlepas dari peranan sistem teknologi informasi, sebuah trend teknologi di abad ini yang memanfaatkan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi didalamnya (Kadir dan Triwahyuni, 2003: 2).
Adanya sistem teknologi informasi ini telah banyak memberikan solusi dan kemudahan bagi banyak orang dan pada berbagai sektor kehidupan. Banyak dampak positif yang didapatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi ini, walaupun penulis tidak menutup mata dengan adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari pemanfaatan  teknologi ini. Namun itu semua tidak terlepas pada kepiawaian seseorang dalam memilah dan memilih informasi yang dibutuhkannya, mana informasi yang baik bagi dirinya atau pun sebaliknya.
Sejalan dengan pemanfaatan dan perkembangan teknologi informasi yang berkembang, peran dunia pendidikan menjadi sangat strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan tanggap dalam menghadapi tuntutan perubahan zaman. Perguruan tinggi dan institusi pendidikan lainnya berperan sebagai lembaga pendidikan, yang menghasilkan tenaga – tenaga profesional dalam bidang kependidikan dan bidang – bidang yang lainnya, harus mampu membekali mahasiswanya dengan pengetahuan, pemahaman dan penguasaan terhadap sistem teknologi informasi yang kini telah memasuki berbagai sektor kehidupan.  Dan tidak menutup kemungkinan, jika pengetahuan dan penguasaan terhadap Sistem Teknologi Informasi menjadi matakuliah wajib bagi setiap mahasiswa di semua perguruan tinggi sebagai tanggapan atas tantangan dan tuntutan perubahan zaman.
Merujuk pada Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, perihal ketentuan umum Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 2  dan pasal 5 ayat 1 tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara yang berbunyi:
Pasal 1 ayat 2 :
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Pasal 5 ayat 1 :
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
Institusi Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Disamping itu, Intstitusi Pendidikan  juga harus mampu dalam menyediakan dan memberikan pendidikan yang bermutu bagi siswa atau mahasiswanya sesuai dengan hak setiap warga negara yang tertuang dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pasal 5 ayat 1. Dengan adanya peran teknologi informasi yang digunakan secara optimal, tentunya institusi pendidikan  akan mampu mengemban amanah dalam memberikan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan tantangan serta tuntutan perubahan zaman bagi siswa atau mahasiswanya.
 C.  Hambatan dalam Pengembangan Sistem IT
Yang menjadi masalah untuk berkembangnya IT Sejauh ini di Daerah kita adalah :
1. Instansi Pemerintah Daerah kurang paham masalah kegunaan dan penerapan pemanfaatan IT untuk menunjang kinerja pemerintah. Akibatnya perencanaan project IT sebagian besar hanya bersifat PENGADAAN peralatan (PC, Laptop, dll), belum menyentuh kepada MASTER PLAN pembangunan sistem IT terintegrasi (jaringan antar dinas, pembangunan data center terpadu, aplikasi produksi pemda, dll) yang akan menghemat pengeluaran dan meningkatkan efisiensi pekerjaan. Masing2 instansi seolah-olah bekerja dan memiliki skema penerapan IT sendiri2. Tahun depan pengadaan yang baru lagi, tanpa ada kesinambungan dengan project yang telah dikerjakan sebelumnya.

2. Adanya beberapa rekanan IT yang cuma melihat angka project saja, tanpa ada konsep perancangan dan pengembangan kedepan yang baik. Ada proyek pengadaan laptop, pada datang, ada proyek pemasangan kabel jaringan LAN, pada rebutan, giliran diminta konsep pengembangan sistem, pada sembunyi dan kabor. Beberapa pekerjaan dilakukan asal-asalan, karena kekurangan tenaga teknis. Akibatnya bisa ditebak, kelar project, langsung di tinggal, akibatnya beberapa hasil project tidak berjalan dengan baik/rusak, bahkan ada yang sudah kacau dan tidak dapat digunakan sejak awal.

3. Kurang perhatian dari pusat. Pusat, kebanyakan memberikan bantuan dalam bentuk jadi. Bantuan server langsung seisinya, pelatihan 3-7 hari, setelah itu dilepas. Begitu ada kesulitan, tidak ada alokasi tenaga teknis yang membantu operator di daerah. Daerah TIDAK diajarkan untuk membangun sistem, mereka cuma diajarkan untuk menggunakan sistem, akibatnya sekedar troubleshooting sederhana saja, tidak sanggup. Tak jarang banyak alat2 dan program yang berakhir di gudang karena rusak dan tidak ada yang memperbaiki.

4. Kekurangan SDM di bidang teknis. Pelatihan teknis yang ada hanya hitungan hari, sekitar 3-7 hari, dengan penguasaan bidang teknis yang cukup luas. Personil yang ditunjuk justru sering ganti-ganti, sehingga misal untuk pelatihan dasar si A, beberapa bulan kemudian di saat pelatihan lanjutan, yang datang justru si B. Tidak ada pendampingan secara berkala. Kelar pelatihan, selesai perkara, soal apakah sistem IT nya berjalan baik atau mati suri, tidak dipersoalkan lagi.


D.  Kesimpulan
Sungguh sangat  banyak korelasi yang bisa ambil ketika di tataran Dinas/Instansi  kepemerintahan mempunyai banyak kelemahan dalam pengelolaan IT sehingga berefek kepada Lembaga dibawahnya salah satunya adalah Sekolah dan Perguruan tinggi sebagai corong terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi generasi penerus dalam estafet kehidupan antar era. Oleh karenanya pemanfaatan IT yang diharapakan menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari – hari ini bisa didorong dengan sungguh – sungguh untuk pemanfaatan pendidikan dan agar anak bangsa kita tidak tertinggal dalam hal informasi dan pengembangan – pengembangan lainnya.
Demikian yang bisa saya susun dari berbagai artikel dan opini, semoga bermanfaat bagi yang membaca.
Refferensi :
1.  Kadir, A. dan Triwahyuni, T. Ch. (2003). Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta. Andi Offset
2.  Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003
4. https://www.facebook.com/andimicro

Tuesday, January 7, 2014

Money Politic (Politik Uang)




Politik Uang
Adalah sesuatu yang lazim di Indonesia dan menjadi kultur yang mengakar dikalangan Borjuis sampai dengan Proletar, tentang Politik Uang (Money Politics). Disini saya sedikit menjelaskan mengenai definisi politik uang.
Menurut Wikipedia Indonesia Politik uang adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang.
Politik uang biasanya dilakukan oleh berbagai manusia yang haus akan kekuasaan dan menjadikan kekuasaan sebagai tujuan prioritas, sindikat – sindikat pelaku seperti ini sering kita liat pada Pemilihan Kepala Daerah, Legislatif dan Pemilihan Presiden. Manusia yang  berpolitik dengan menggunakan politik uang didasari dengan adanya investor – investor yang mengilangkan nilai independensi Pemimpin jika terpilih akan menjadi luntur.
Yang pertama Investor Pengusaha, biasanya investor pengusaha ini mengikat kontrak dengan memberikan modal dan sebagai kompensasinya ketika terpilih maka  akan mengamankan proyek – proyek pemerintah dan deal – deal lainnya yang berkaitan dengan penghidupan Perusahaan Pengusaha. Dan hal ini di anggap biasa saja jika pekerjaan dilakukan sesuai dengan speck dan aturan yang berlaku.
Yang berbahaya adalah Investor yang kedua yakni investor Politics, dimana pemegang kekuasaan yang telah menyelami segala lini kepemerintahan dengan melakukan segala cara dan menjadikan semua Gerakan Politik bisa di beli dengan uang dan semata – mata untuk kepentingan individu dan kelomoknya saja. Biasanya orang – orang seperti ini sudah banyak memakan uang haram dengan mencuri uang rakyat, mempunyai banyak kasus hukum dan demi pengamanan kasus tersebut mereka menciptakan orang – orang/pemimpin yang bisa mereka kendalikan.
Sangat aneh dan riskan ketika pemuda yang menjadi pelopor gerakan idealis terbius dengan materi yang fana, Pemuda yang kreatif terbelenggu dengan nuansa pragmatis, Pemuda yang Menolak Konsep Materialisme tunduk dengan Materi, Pemuda yang meneriakkan Kebenaran melakukan tindakan yang ceroboh, Pemuda yang Intelektual berfikir dungu, Pemuda yang jiwa Raganya Kuat seakan terombang ambing tidak tentu arah dan tujuan, Penuda yang konsisten larut dalam pengkhianata, Pemuda yang Independensinya pada kebenaran terkungkung dengan keterpurukan.
Dalam sanubari merintih melihat kondisi yang tidak ideal ini, pedih mata memandang, kelu lidah berucap andai kejadian money politic ini diprektekkan oleh pemuda. Sepantasnya para Pemuda mengingat kembali sejarah mereka yang besar, Sejarah mereka yang mengorbankan Darah dan Air mata demi nusantara, Sejarah mereka yang revolusioner, Sejarah mereka yang tak kenal putus asa.
Perlu kita sadari semua, Ketika kita menjadikan tujuan kita semata – mata untuk materi maka ingatlah materi selalu berubah – ubah, materi itu tersusun, materi itu bisa punah, materi itu bersifat fana, materi itu bisa merubah manusia menuju jalan kehinaan. Tanamkan dalam diri kita Pantang untuk berbuat hina !!!
Berbuatlah untuk semata – mata menjadikan diri menjadi sebaik – baiknya manusia bagi manusia yang lain. Bukan hanya dengan berbagi materi tapi berbagi pengetahuan antara perbuatan baik dan buruk serta menjadi pelopor gerakan legal yang tidak menyimpang dari asas – asas yang ada. Karena Pancasila tidak mengajarkan kita tentang keburukan melainkan ketamakan manusia lah yang menjadikan nilai – nilai pancasila menjadi kotor.
Hidup Indonesia, Bangkitlah Pemuda, Jadilah contoh wahai tetua, bergeloralah wahai penghuni nusantara.
Ahmad Fauzi (Badko HMI Kaltim)

Sunday, January 5, 2014

Menjadikan Dunia Maya Menjadi Ilmiah



KOMUNITAS DUNIA ILMIAH

Dalam tulisan ini saya mengajak rekan – rekan untuk menghegemoni dunia maya menjadi dunia Ilmiah yang di terangi dengan teori – teori yang bisa diambil dan dikosumsi oleh public dan melazimkan membaca sebagai rutinitas sehari – hari.
            Harapan saya bisa menarik para pembaca dan penulis sekalian agar bisa menyumbangkan karya dan komentarnya dengan ilmiah elegan dan bersahaja. Selain itu saya rasa perlu bagi kita untuk membentuk sebuah komunitas agar menambah semangat kita dalam melakukan sebuah hegemoni pemikiran tersebut. Karena diluar sana para professor, doctor dan akademisi berdeialektika menggunakan Teori berupa buku, mungkin kita yang awam ini cukup dengan  artikel – artikel sederhana.
            Biasanya para wartawan, Mahasiswa, akademisi dan Writer Lovers sering menggunakan tulisan sebagai senjata yang ampuh untuk memberikan informasi dan penanaman paradigm. Kadang ada paradigm negative dan paradigm positif, disini kita merujuk kepada paradigm positif yang mengajak pembaca kearah pendidikan, analitis, akurat dan terperaya.
            Jauh dari itu sebenarnya dengan menulis akan memberikan pengaruh yang positif depada penulis tersebut. Andai yang ditulis hanya sebatas Diary,curahan hati, cerita lucu, komik, atau yang sering orang gunakan untuk hal – hal sederhana dalam kehidupan sehari – hari sekalipun tidak menjadi masalah karena ada proses memulai menulis pengasahan otak, menuangkannya dalam bentuk karya jauh lebih baik daripada rethorika semu yang tak berbekas.
            Oleh kareanya buat generasi dari yang muda sampai yang tua, marilah kita bersama – sama memulai untuk berkarya, menghegemoni paradigm manusia dengan diaspora ilmiah kita, membuat hipotesa – hipotesa untuk berdialektika, menuangkan secangkir pengetahuan untuk berbagi atas sesama, memanifestasikan diri kita dan orang lain menjadi orang – orang yang berikhtiar untuk mencerahkan diri. Karena tidak akan berjalan dan terjadi program dari sesuatu jika tidak ada yang memulai, bukan mereka, dia, saya, anda, tetapi kita. Bukan pula besok, kemarin, nanti dan lusa, tetapi sekarang !!!


Monday, December 16, 2013

Pemilu 2014




PEMILU 2014
Dewasa ini tak jarang kita dengar keluhan masyarakat tentang bangsa ini, pola pikir mereka terpaksa tearah pada kepentingan materi, transaksional, dan cenderung meninggalkan moralitas sebagai manusia yang mempunyai nilai – nilai kemanusiaan.
Tak jarang pula para elit politik mengkampanyekan kesejaheraan rakyat tanpa diiringi dengan visi yang jelas, pemikiran yang cemerlang dan mentalitas yang kokoh sehingga berakibat pada janji – janji semu yang tak mempunyai ujung pangkal.
Ada sebuah penggiringan pola pikir oleh sebagian besar kelompok elit politik mayoritas yang menyebabkan masyarakat terlena untuk melakukan sebuah kemandirian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat diajak untuk berfoya – foya, hedon, individualis, dan apatis untuk membangun negeri ini. Suguhan hadiah dan pemberian pekerjaan di perusahaan serta iming – iming menjadi PNS menjadi produk unggulan untuk menarik simpati masyarakat. Dan ujung pangkal dari semua itu adalah Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN)
Sejarah mungkin takkan berulang, namun essensi dari perjalanan sejarah akan terus membekas dalam sanubari para pewaris sejarah. Pemilu 2009 sudah menjawab pemimpin yang ternyata menjadi wakil rakyat tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan konstribusi yang permanen kepada Bangsa ini.
Genderang para kontestan politik sudah memulai terdengar dalam transaksi politiknya, Money politik sudah mulai mempunyai target dari yang Rp.50.000 sampai Rp. 200.000/orang, baliho,spanduk dan alat peraga lainnya sudah tertempel dengan jalur yang illegal, Janji – janji palsu beterbangan di angan – angan rakyat, polesan bentuk tubuh di modifikasi seperti malaikat dan Senyum palsu pun menghiasi pancaran wajah.
Mungkin awalnya praktek politik seperti ini membuat rakyat senang dan gembira. Namun pada essensinya politik yang digembor – gemborkan ini akan membunuh kepercayaan Rakyat tentang politik, tentang pemimpin, tentang kesejahteraan !!!
Bagaimana mungkin keidealan sebuah kepemimpinan dilakukan dengan cara yang kotor, dengan cara yang Ilegal, dengan perbuatan yang munafik dan dengan jiwa yang bermasalah.
Ini adalah otokritik bagi pemimpin sekarang dan calon pemimpin mendatang . bahwa kemenangan dalam berpolitik adalah ketika telah memberikan pendidikan politik yang benar kepada Rakyat, Ketika telah mengajak rakyat dalam membangun Bangsa, memandirikan Ekonomi Bangsa dan membangun martabat serta kehormatan Bangsa.
Saatnya bentuk pandangan masyarakat tentang politik dengan kinerjamu, dengan pengabdian dan dengan kasih sayang… jangan kotori pemilu dengan gaya politik kotormu…

                                                                                                                
 By : Ahmad Fauzi

Sunday, October 20, 2013

Ahmad Fauzi: Sekulerisasi Vs Agama

Ahmad Fauzi: Sekulerisasi Vs Agama: Sekulerisasi Vs Agama Dalam fenomena pendidikan dipandang perlu pembahasan lanjut mengenai sekulerisasi structural yang terjadi...